Masker kain kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari selama pandemi COVID-19. Sejak anjuran penggunaan masker kain muncul pada awal April 2020, banyak orang belajar cara membuat masker kain. Bisnis pembuatan masker kain pun berkembang untuk mengantisipasi permintaan, sehingga menjadi usaha kecil potensial. Pertanyaannya: apakah masker kain sungguh efektif? Bagaimana cara membuatnya?

Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Hand Sanitizer Berstandar WHO?

Anjuran Pemerintah Saat Pandemi Virus Corona


Anjuran pemerintah Indonesia terkait penggunaan masker kain dibuat berdasarkan temuan terbaru WHO dan para peneliti tentang penularan virus COVID-19. Karena virus tersebut bisa menular lewat cairan mulut dan hidung (droplet), pemerintah menganjurkan masyarakat yang sakit maupun rentan untuk mengenakan masker.

Belakangan, anjuran pemakaian masker diperluas untuk masyarakat umum yang sehat. Hal ini karena COVID-19 bisa berdiam di tubuh orang sehat tanpa menunjukkan gejala, tetapi menjadi bahaya jika menular ke orang lain yang lebih rentan. Akibat anjuran ini, terjadi kelangkaan masker sekali pakai dan masker N95.

Karena pekerja kesehatan kesulitan menemukan masker, WHO dan pemerintah seluruh dunia menyarankan penggunaan masker kain untuk kegiatan sehari-hari masyarakat umum yang sehat. Walau tidak seefektif masker medis, masker kain cukup mengurangi penyebaran virus, lebih baik daripada jika tidak menggunakannya.

Baca juga: Tak Harus Beli, Ini Cara Membuat Faceshield Sendiri

Masker Kain Seperti Apa yang Dimaksud?


Untuk mengurangi risiko penularan lewat cairan mulut, bahan masker kain harus cukup tebal. Ada beberapa bahan yang direkomendasikan untuk masker, seperti katun tebal, kain nontenun (nonwoven cloth), serta material yang sama dengan sarung bantal. Ketiga kain ini memiliki daya saring cukup baik dibandingkan material seperti sutra.

Anda bisa meningkatkan daya saring dengan menyelipkan tisu, kertas penyaring, atau lembaran filter kopi. Lapisan dalam ini bisa dibuang untuk menghindari penularan virus lebih lanjut (banyak masker kain kini memiliki kantung dalam untuk menyelipkan pelapis). Masker harus langsung dicuci setelah pemakaian selama maksimal empat jam.

Cara Membuat Masker Kain

Ada dua cara membuat masker kain: dengan dan tanpa jahitan.

1. Masker Tanpa Jahitan

Masker tanpa jahitan membutuhkan bahan sederhana, yaitu potongan kain serta sepasang karet gelang, ikat rambut, atau benda elastis melingkar serupa.

Langkah:

  1. Cuci kain dengan sabun cuci biasa dan keringkan di dalam rumah agar steril.
  2. Ukur kain sehingga masker bisa menutupi mulut, hidung, dan bagian bawah dagu. Lebar kain harus memungkinkan Anda untuk melipatnya tiga kali.
  3. Letakkan kain hingga terbentang di permukaan bersih. Letakkan filter kopi atau tisu besar di atasnya.
  4. Lipat kain tiga kali sehingga membentuk lapisan tebal.
  5. Masukkan masing-masing ujung kain pada karet. Ikat ujung-ujung kain sehingga melingkari karet dengan erat.
  6. Untuk mengenakan masker, tarik karet dan kaitkan pada telinga seperti biasa.

Masker tanpa jahitan sangat praktis dan cocok untuk situasi darurat. Pastikan kainnya menutup mulut dan hidung cukup rapat, dan hindari celah terbuka.

2. Masker dengan Jahitan

Masker jahitan memiliki bangun lebih kokoh dan tidak mudah lepas, cocok untuk dijual. Anda bisa membuatnya dengan menyesuaikan untuk kepala berbeda, termasuk yang berhijab dan tidak. Selain kain katun, mesin jahit, benang, jarum, dan gunting, Anda membutuhkan empat lembar tali sepatu bersih atau lembaran tipis katun dengan panjang 45 cm.

Langkah:

  1. Siapkan dua lembar kain dengan pola berbeda untuk depan dan belakang.
  2. Cuci kain dengan detergen dan keringkan di dalam rumah agar steril.
  3. Gunting kain dengan ukuran 30×15 cm.
  4. Tumpuk kain sesuai dengan tampilan luar dan dalam masker yang diinginkan.
  5. Jahit semua sisi kain.
  6. Buat ruang di semua ujung masker untuk menyelipkan lembaran katun atau tali sepatu sehingga membentuk pengait.
  7. Amankan tali pengikat dengan peniti. Cek jika panjang tali pengikat sudah sesuai saat Anda memakai masker.
  8. Perkuat semua jahitan dengan teknik backstitch.

Anda bisa menggunakan kain bercorak cerah atau ceria untuk membuat masker unik. Keunggulan masker jahit adalah Anda bisa membuatnya dengan ukuran lain, termasuk untuk anak-anak.

Beri edukasi pada pembeli tentang masker kain. Misalnya, pastikan hanya memegang tali pengikatnya. Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memakai masker. Jangan malas untuk mencuci masker setelah menggunakannya selama empat jam.

Mengetahui cara membuat masker kain bisa menjadi ide bisnis yang menyelamatkan banyak orang dari risiko tertular COVID-19. Jangan lupa menjaga standar kebersihan saat membuatnya, dan tetaplah mencuci tangan serta menjaga jarak fisik.

Baca juga: Hemat dan Praktis, Ini Cara Membuat Desinfektan Sendiri

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini