Hampir semua manusia di bumi memiliki suatu hobi yang sangat disukai. Mulai dari menulis, membaca, menyanyi, sampai memasak. Bagi Anda yang hobi bikin kue, tentunya pernah terpikirkan untuk menghasilkan untung dari kegiatan di waktu luang tersebut, bukan? Bagaimana bisnis kue pia? Apakah Anda tertarik? Mari kita bahas lebih lanjut.

Sejarah Singkat Kue Pia

Sejarah kue pia

Sebelum memulai bisnis pia, ada baiknya kita mengenal dahulu sejarah kue ini. Makanan ini sering dikaitkan sebagai oleh – oleh khas dari Yogyakarta. Namun, pada kenyataannya produk ini merupakan akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa. Awal mulanya, hidangan ini berisikan daging dan minyak babi. Akhirnya dimodifikasi agar isiannya tidak berisi kandungan babi lagi, diganti dengan kacang hijau. Proses ini merupakan hasil dari penyesuaian dengan lidah masyarakat Yogyakarta. Bakpia pun menjadi semakin populer dengan munculnya usaha – usaha rumahan di daerah Pathuk pada tahun 1980-an. Dari sinilah, nama Bakpia Pathuk mulai tenar.

Analisis SWOT Bisnis Kue Pia

Ilustrasi analisis SWOT dalam bisnis

1. Strength (Kekuatan)

Dalam memulai usaha ini tidak perlu modal yang besar, bahkan bisa dirintis mulai dari rumah. Rasa kue pia yang khas telah memiliki peminat dari seluruh lapisan masyarakat, bahkan sampai skala nasional. Banyaknya peminat kue pia dapat menjadikannya bisnis yang stabil dan menjanjikan.

2. Weakness (Kelemahan)

Adapun kelemahan dari bisnis ini adalah harga bahan baku yang relatif tidak stabil dari musim ke musim. Selain itu, dalam bisnis makanan, stok bahan baku harus selalu diperhatikan. Periksalah dengan rutin dan pastikan bahan yang digunakan masih layak untuk proses produksi. Kesalahan seperti  ini dapat merusak reputasi baik bisnis Anda.

3. Opportunity (Peluang)

Bisnis kue pia memiliki prospek yang menjanjikan dikarenakan pasarnya yang luas. Anda bisa memasarkan produk rumahan Anda di situs – situs e-commerce atau akun bisnis media sosial. Tingginya permintaan masyarakat terhadap kue pia, telah menjadikan bisnis ini menjanjikan, keuntungannya bisa mencapai jutaan rupiah per bulan. Selain itu, kue pia dalam kondisi normal bisa bertahan hingga 1 bulan, tanpa ada campuran bahan pengawet.

4. Threat (Ancaman)

Setiap bisnis memiliki ancamannya sendiri. Untuk bisnis kue pia, banyaknya pesaing bisa menjadi hal yang susah untuk dihadapi. Anda harus komit dan berusaha keras, agar memiliki tempat di hati para peminat kue pia. Dalam menanggulangi hal ini, Anda bisa merencanakan strategi pemasaran yang efektif, ditambah dengan inovasi dan kreatifitas untuk membuat produk pia Anda memiliki kelebihan yang bisa dibandingkan dengan produk milik pesaing.

Baca juga: Kenali Potensi Bisnis Lebih Dalam dengan Analisis SWOT!

Cara Memulai Bisnis Kue Pia

Panduan untuk mulai bisnis kue pia

1. Mendapatkan Perizinan

Bukan tidak mungkin, bisnis Anda ditutup karena tidak memiliki izin usaha. Untuk itu, sebelum memulai, sebaiknya mengurus izin SPP-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) di kantor Dinas Kesehatan kabupaten/kota Anda. Dengan adanya SPP-IRT di tangan, Anda akan merasa aman dan tidak was – was. Saat bisnis sudah tidak dilakukan di rumah atau memiliki omzet Rp. 50 milyar/tahun, maka wajib mengurus sertifikasi BPOM.

Baca juga: Zaman Sekarang Belum Punya NIB? Bahaya! Buat Sekarang!

2. Menyiapkan Tempat Produksi

Setelah izin didapatkan, saatnya menyiapkan tempat produksi. Kosongkan suatu area di rumah Anda untuk memulai produksi. Bisa di garasi, halaman belakang, dapur, bahkan teras. Pastikan tempatnya higienis dan jauh dari jangkauan hewan peliharaan.

3. Membeli Peralatan yang Dibutuhkan

Langkah selanjutnya adalah membeli peralatan untuk memaksimalkan produksi. Alat – alat seperti, kompor, tabung gas, baskom, mesin penggiling, mesin pengaduk, oven dan sebagainya, merupakan suatu investasi yang tidak murah. Oleh karena itu, disarankan untuk membeli alat yang terbukti kualitasnya, agar lebih menguntungkan.

4. Membeli Stok Bahan Baku

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, stok bahan baku yang berupa makanan bisa mengalami harga yang lumayan fluktuatif. Disarankan untuk membeli bahan dari supplier terpercaya dan dengan jumlah banyak dan berharga grosir. Simpan dengan baik dan benar sesuai dengan apa yang tertera pada kemasannya, agar awet. Jadi, saat bahan – bahan tersebut naik harganya, Anda tidak perlu khawatir karena masih memiliki stok.

5. Mengangkat Karyawan

Meskipun ini adalah usaha rumahan, Anda pasti memerlukan bantuan tenaga. Anda bisa menawarkan pekerjaan ini kepada tetangga atau keluarga yang dapat dipercaya. Selain membuka bisnis, Anda juga sekaligus membuka lapangan kerja untuk lingkungan di sekitar.

6. Aktif Melakukan Pemasaran

Setelah semua yang di atas sudah siap. Tahap terakhir adalah melakukan promosi produk pemasaran. Bisa melalui media sosial, grup percakapan, hingga menyebar pamflet. Dalam promosi, sangat disarankan untuk mempelajari fotografi produk, jika tidak ada waktu, bisa dengan jasa fotografi. Semakin professional foto produk Anda, maka akan semakin menarik perhatian calon konsumen. Pastikan rencana promosi Anda tidak melebihi budget yang ditetapkan.

Sekiranya, itulah ulasan singkat beserta cara untuk terjun ke dalam dunia bisnis kue pia. Mengubah hobi menjadi penghasilan adalah hal yang luar biasa, bukan? Jika Anda tertarik untuk mencoba, bisa dimulai dengan skala kecil dan cukup dengan mencari SPP-IRT. Dengan komitmen yang bagus, bisa saja Anda menjadi juragan kue pia selanjutnya. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini