Ada banyak bisnis di dunia ini yang dimulai dari keprihatinan dan kegusaran para pendirinya. Hal yang sama juga berlaku pada Sabana Fried Chicken. Berawal dari keinginan pendirinya untuk menghadirkan ayam goreng berkualitas dengan standar pemotongan dan pengolahan yang benar, bisnis ayam goreng ini kini menjelma menjadi usaha waralaba dengan ribuan cabang di seluruh Indonesia.

H. Syamsalis, sang founder pertama kali mendirikan gerai ayam gorengnya di kawasan Pondok Gede pada tahun 2006. Dengan proses pengolahan yang lebih terjamin, ayam goreng yang diraciknya itu kini menjadi salah satu brand yang popularitasnya nyaris mengalahkan merek impor.

Kiat Sukses Sabana Fried Chicken


Menggunakan tagline “Sentuhan Rasa dari Paman Sam”, bisnis ayam goreng H. Syamsalis ini awalnya hanyalah bisnis skala gerobak. Apa yang membuatnya berhasil menarik minat pasar lokal?

1. Menyediakan Produk Ayam Goreng yang Terjamin Halal

Ayam goreng merupakan santapan yang populer karena beberapa brand yang berasal dari luar negeri. Bagi masyarakat dengan penduduk mayoritas muslim seperti Indonesia, produk ayam semacam ini kadang membuat konsumen cemas dengan status kehalalannya. Selain itu, proses pengolahan hingga standarisasi kebersihan serta kesehatannya juga belum baik. Inilah yang kemudian coba dipecahkan oleh H. Syamsalis lewat brand Sabana Fried Chicken.

Selain memastikan ayam dipotong sesuai syariat Islam, ayam yang diolah juga dijamin sehat. Dengan konsep ini, ayam goreng racikan alumni teknik elektro IKIP Rawamangun (sekarang menjadi UNJ) akhirnya diterima dengan baik di kalangan luas.

2. Memiliki Kesan ‘Membumi’

Selain menghadirkan konsep yang sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia, racikan ayam goreng Sabana juga disukai oleh semua orang. Konsep membumi ini memberikan kesan yang baik bagi brand ini. Hanya dalam tempo beberapa tahun saja setelah berdiri, Sabana sudah meraih banyak penghargaan. Salah satunya adalah sebagai Market Leader di bidang bisnis ayam goreng untuk kategori booth/gerobak.

3. Menyediakan Kesempatan Kemitraan Lewat Waralaba

Keberanian lain yang berhasil diwujudkan oleh Sabana adalah membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi mitra lewat kerja sama waralaba/franchise. Ini tentu sangat membantu bagi masyarakat yang sedang kebingungan dalam memilih bisnis. Dengan menggunakan nama besar Sabana, mereka lebih mudah dalam memasarkan produk ayam gorengnya karena kualitasnya sudah terjamin.

4. Promosi dan Strategi Pemasaran yang Baik

Salah satu strategi yang dilakukan H. Syamsalis adalah dengan melakukan promosi besar-besaran untuk memperkenalkan ayam gorengnya kepada banyak orang. Selanjutnya, H. Syamsalis bersama dengan jajaran manajemen Sabana juga terus konsisten, baik dengan menjaga cita rasa ayamnya maupun menjaga hubungan baik dengan para mitra. Sabana selalu memastikan kepuasan orang-orang yang membeli franchise mereka. Bagi konsumen yang ingin melakukan komplain, bisa langsung menggunakan layanan chat online yang tersedia di website Sabana.

5. Tidak Berhenti Berinovasi

Sebuah bisnis bisa tumbuh besar ketika mereka berani mengambil langkah besar baru. Hal yang sama juga dilakukan oleh H. Syamsalis bersama Sabana. Berhasil menguasai pasar ayam goreng pinggir jalan, mereka berusaha meraih target pasar menengah ke atas dengan menggunakan brand Sabana Corner. Meski masih menyajikan menu serba ayam goreng, namun lini baru Sabana ini memiliki lebih banyak menu dengan suasana bersantap yang lebih nyaman bagi para pengunjungnya.

6. Tidak Lupa Berbagi

Salah satu kelebihan H. Syamsalis yang mungkin tidak dimiliki oleh pebisnis kebanyakan adalah rasa kepeduliannya pada konsumen dan mitra Sabana. Sang founder mendirikan Sabana Foundation yang menjadi media bagi perusahaan untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih lewat berbagai aktivitas sosial. H. Syamsalis yakin bahwa apa yang dilakukannya di dunia ini bukan hanya untuk membesarkan bisnisnya saja, tapi bagaimana dia menggunakan uang yang dihasilkannya dari bisnis untuk tujuan kemanusiaan.

Kisah Sukses H. Syamsalis Bersama Ayam Goreng Sabana


Keinginan awal sang founder untuk membuka usaha ayam goreng adalah ketika dia melihat banyak orang di sekelilingnya yang kerap menyantap makanan yang diolah dari ayam. Untuk mendapatkan bahan baku, mereka biasanya membeli dari pasar atau tukang sayur keliling. Namun masalah yang dihadapi umumnya adalah ketersediaan ayam di pasaran. Selain itu, kualitas ayam termasuk cara pemotongan dan pengolahannya kerap membuat para konsumen gusar.

Berawal dari sinilah, H. Syamsalis kemudian bertekad membangun bisnis ayam goreng tepung pada tahun 2006 silam. Hanya dengan modal Rp9 juta saja, dia membangun bisnis ayam goreng yang kemudian namanya bisa besar seperti sekarang ini. Sabana sendiri menawarkan beberapa pilihan rasa ayam goreng yakni original dan pedas.

Ketika pertama kali membuka outlet, H. Syamsalis hanya berhasil menghabiskan 10 ekor ayam sebagai bahan baku. Tentu saja dengan tetap memperhatikan standar dan kualitas seperti misi Sabana. Seiring berjalannya waktu, bisnisnya ternyata menarik perhatian banyak orang. Bukan hanya para pencinta ayam goreng, tapi juga para pebisnis yang tertarik mencoba peruntungan membuka waralaba fried chicken.

Sistem Waralaba yang Ramah bagi para Mitra

Dibanding dengan waralaba lain yang sejenis, Sabana menawarkan kemitraan yang lebih bersahabat. H. Syamsalis memberikan kebebasan bagi mitra-mitranya terkait pengaturan sistem manajemennya. Semua berjalan secara fleksibel tanpa menggunakan aturan-aturan tertentu yang biasanya kaku.

Dukungan lewat penyediaan bahan baku berkualitas dan sesuai standar serta telah teruji, para mitra menjadi lebih mudah dalam menjalankan bisnis mereka. Hasilnya, keuntungan yang didapatkan semakin besar dan konsisten. Untuk fasilitas kemitraan, founde Sabana menyebut bahwa pengusaha yang menjalankan franchise mereka bisa mendapatkan keuntungan mulai dari Rp4 juta sampai Rp5 jutaan dalam sebulan. Tergantung lokasi serta cara mitra menjajakan produknya.

Tips Memilih Perusahaan Waralaba

Jika Anda tertarik bergabung untuk berbisnis dengan sistem franchise ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni:

1. Kredibilitas Perusahaan

Pastikan perusahaan yang ingin Anda beli franchise-nya memiliki kredibilitas dan basis konsumen yang kuat. Ini akan memudahkan Anda ketika menjalankan bisnis tersebut nantinya.

2. Pilih Jenis Franchise yang Dibutuhkan Banyak Orang

Setiap jenis franchise memiliki prospek yang berbeda-beda. Anda bisa saja memilih franchise salon, bengkel dan lain sebagainya. Namun untuk franchise makanan bisa dipastikan pangsa pasarnya akan selalu ada. Ini akan menjamin keuntungan jangka panjang Anda.

3. Perhatikan dengan Baik Perjanjian Kerja Samanya

Karena franchise merupakan salah satu bentuk kerja sama, pastikan Anda membaca dengan saksama syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh perusahaan. Hal ini penting demi menghindari adanya masalah-masalah yang serius di masa depan.

Bagi Anda yang masih kebingungan dalam memilih perusahaan waralaba, Sabana Fried Chicken merupakan salah satu opsi yang sangat menjanjikan. Tertarik mencoba?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini