Mau mulai berbisnis namun khawatir modal macet karena perputaran barang tidak lancar? Jika begitu, Anda dapat mencoba sistem konsinyasi dalam berbisnis. Dengan sistem ini, risiko bisnis dapat ditekan. Anda sebagai pemilik bisnis maupun supplier sama-sama dapat menangguk untung. 

Dalam dunia bisnis memang ada sejumlah sistem barang yang dibeli. Ada yang model “beli-putus” artinya pebisnis yang membeli barang kemudian mau tidak mau harus habis dalam menjualnya. Supplier tidak mau menerima kembali barang yang sudah dibeli namun tidak laku terjual. 

Sebaliknya, pada sistem konsinyasi berlaku hukum sebaliknya. Pebisnis yang sudah berbelanja barang untuk dijual ulang, dapat mengembalikan atau meretur barang yang tidak laku tersebut. 

Dalam pola ini terdapat dua pihak, yaitu pemilik produk yang disebut consignor; dan orang yang dititipi barang yang disebut consignee. 

Model konsinyasi ini memiliki dua tipe dilihat dari cara pembayarannya, yaitu: 

    1. Pembayaran di depan. Artinya, pembeli tetap melakukan pembayaran di depan sesuai barang yang dibeli. Baru berikutnya dilakukan retur terhadap produk yang tidak laku dan diperhitungkan ulang harganya.
    2. Pembayaran di belakang. Pembeli produk dapat melakukan pembayaran di belakang sesuai produk yang terjual, sekaligus mengembalikan barang yang tidak terjual. 

Sistem konsinyasi memiliki kelebihan maupun kekurangan. Berikut ini uraiannya. 

Baca Juga: Tips Menjalankan Bisnis Dengan Sistem Konsinyasi

 

Kelebihan Konsinyasi Bagi Pemilik Produk

Dilihat dari kacamata pemilik produk, menerapkan pola konsinyasi memberikan manfaat sebagai berikut:

 

1. Memperluas Penetrasi Pasar

Produk yang dimiliki dapat terserap pasar lebih cepat karena banyak pebisnis yang mau kulakan barang dengan sistem tersebut. Manfaatnya, produk itu pun bisa ter-display lebih luas sehingga kemungkinan barang laku juga semakin besar. 

 

2. Biaya Promosi Minim

Menerapkan sistem konsinyasi berdampak pada rendahnya biaya promosi karena tanpa harus jor-joran untuk promosi, produk pun akan lebih mudah terjual ke pedagang.

 

3. Sirkulasi Produk Lebih Cepat

Perputaran produk dari produsen hingga ke tangan pedagang akan berlangsung lebih cepat. Artinya, produsen tidak perlu menyimpan hasil produksi itu terlalu lama karena produk tersebut cepat terserap ke tangan pedagang atau reseller.

 

4. Produsen dapat fokus terhadap produk 

Produsen tidak perlu repot lagi untuk memikirkan mata rantai pemasaran karena produk ini sudah terdapat penjual yang siap untuk memasarkan produk tersebut. Dengan demikian, produsen dapat lebih fokus untuk menjaga kualitas produknya. 

 

Kekurangan Konsinyasi Bagi Pemilik Produk

Sejumlah risiko yang dapat dialami pemilik produk ketika menerapkan konsinyasi adalah sebagai berikut:

 

1. Perputaran Modal Terhambat

Bagi pemilik produk yang menerapkan sistem konsinyasi dengan pembayaran di belakang, hal ini menghambat modal. Barang telah diterima oleh penjual namun uang tersebut baru akan didapatkan nantinya sesuai perjanjian, misalnya per minggu atau per bulan. Dengan begitu, modal tersebut tidak dapat segera digunakan kembali untuk melakukan produksi. 

 

2. Produk Lama Terjual

Karena pedagang boleh dikata nyaris tidak memiliki risiko dalam memasarkan produk tersebut, bisa jadi produk tersebut akan terserap pasar lebih lama. Penyebabnya mungkin pemasar menjadi kurang gencar dalam memasarkannya. 

 

3. Promosi Tidak Sesuai Harapan

Pedagang yang mengambil produk Anda mungkin cenderung setengah hati dalam memasarkannya. Karena laku maupun tidak, produk tersebut tidak berdampak terhadap sisi pemasar. 

 

Kelebihan Konsinyasi Bagi Pedagang

Bagi pedagang, menerapkan sistem ini sangat disarankan, karena beberapa keuntungan berikut ini:

 

1. Risiko Minim

Pedagang nyaris tanpa risiko memasarkan produk karena jika tidak laku pun produk ini mudah untuk dikembalikan ke produsen atau distributor yang menerapkan sistem ini. 

 

2. Tanpa Modal

Pedagang yang mendapatkan barang dengan pola konsinyasi dengan pembayaran di belakang, boleh dikata dapat menjalankan bisnis tanpa modal. Produk tersebut didapatkan tanpa mengeluarkan uang sepeser pun dan baru dilakukan pembayaran ketika ada produk yang terjual. 

Baca Juga: 5 Bisnis Properti Online Dari Tanpa Modal Hingga Jutaan

 

3. Varian Produk Bertambah

Pedagang memiliki produk yang lebih banyak tanpa harus mengeluarkan modal banyak. Hal ini membuat toko memiliki variasi produk yang lebih lengkap. 

 

Kekurangan Konsinyasi Bagi Pedagang

Nyaris boleh dikata tidak ada kerugian bagi consignee yang menerapkan sistem ini. Kalaupun ada, mungkin tingkat keuntungan yang didapatkan akan lebih kecil, sebab pemilik produk menerapkan persentase keuntungan yang berbeda bagi pedagang yang mau membeli produk dengan sistem “beli putus” dengan yang model konsinyasi. 

 

Kesimpulannya, sistem konsinyasi ini sangat baik diterapkan bagi pedagang yang memiliki modal minim. Tanpa modal sekalipun, Anda dapat membantu menjualkan produk milik orang lain. Namun tentu saja tetap perlu usaha keras agar produk tersebut dapat laris di pasaran. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here