Bisnis batik masih menjadi salah satu sektor bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa batik merupakan warisan budaya nusantara yang sekaligus menjadi identitas bangsa. Selain itu, semakin banyaknya perancang yang memberi kreasi unik nan cantik pada batik menjadikan kain bercorak yang identik dengan baju formal ini jadi semakin luwes digunakan untuk berbagai kesempatan terutama bagi kawula muda.

Karena itu, Anda tak perlu ragu bila ingin terjun ke bisnis batik. Hanya saja, pastikan Anda memiliki dan melakukan strategi yang tepat kalau ingin meraih sukses—apalagi mengingat sudah ada ribuan pedagang batik lainnya yang lebih dulu dikenal pasar. Setidaknya, berikut adalah lima tips yang perlu Anda lakukan guna sukses melakoni usaha komersial batik.

 

Memahami Jenis Batik

Dari segi pembuatannya, batik dibedakan menjadi tiga jenis: batik tulis, batik cap, dan batik sablon (printing). Batik tulis mempunyai nilai jual paling tinggi di antara ketiganya dan disusul oleh batik cap lalu batik sablon. Adapun alasan di balik mahalnya batik tulis karena prosesnya yang panjang, mendetail, dan dilakukan oleh pengrajin khusus dengan jiwa seni yang tinggi.

Sementara itu, jenis batik jika ditinjau dari motif, corak, asal daerah, dan filosofinya justru lebih banyak dan bervariasi. Sebagai pelaku bisnis batik, penting bagi Anda untuk mengetahui hal-hal ini sehingga dapat lebih mudah menjelaskan kepada konsumen. Semakin mendetail informasi yang Anda miliki akan membuat konsumen akan semakin percaya dan tertarik untuk membeli batik yang Anda tawarkan.

 

Siapa Konsumen Anda

Mengenali konsumen pada dasarnya merupakan hal paling mendasar dalam melakukan bisnis apa pun. Semakin Anda mengenali calon pembeli batik, semakin mudah pula Anda dalam menyusun strategi pendekatan untuk membuat produk laku terjual.

Oleh sebab itu, lakukan segmentasi pasar yang matang sebelum memulai bisnis. Seperti contoh, jika ingin memasarkan batik tulis, tentu Anda harus memasarkannya pada kelompok masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke atas. Tak lupa, sesuaikan pula teknik pemasaran dengan karakter konsumen tersebut agar bisnis batik Anda  lebih cepat meroket.

 

Mencari Barang yang Berkualitas

Produk berkualitas adalah salah satu faktor terpenting yang memengaruhi kesuksesan dan keberlangsungan sebuah usaha—termasuk bisnis batik. Adapun cara paling dasar untuk mewujudkan hal ini adalah dengan memilih supplier batik terbaik dan terpercaya.

Bagaimanapun, selalu ada harga untuk setiap rupa. Hindari mengambil keuntungan terlalu tinggi apalagi sampai melebih-lebihkan kualitas maupun informasi tentang batik yang ditawarkan di luar kondisi semestinya. Konsumen pada akhirnya tetap dapat menilai penjual mana yang memang berkualitas dan tidak. Hal ini pun akan berujung pada loyalitas konsumen yang berdampak pada keberlangsungan bisnis Anda.

 

Pemasaran dan Promosi

Menentukan cara pemasaran dan promosi adalah tips sukses melakoni bisnis batik lainnya. Teknik marketing perlu disesuaikan dengan karakter (psikologi) segmen pasar yang sudah ditentukan sebagaimana yang disebutkan sebelumnya. Semakin Anda mengenal karakter calon pembeli, semakin mudah Anda dalam menemukan celah untuk berhasil menjual produk.

Instagram kini banyak dipilih oleh pelaku bisnis untuk memasarkan produknya. Namun, langkah ini boleh jadi kurang cocok bila Anda mengincar pasar untuk kelompok dewasa dengan rentang usia di atas 50–an tahun. Oleh karena itu, lakukan riset terlebih dahulu untuk mendapat hasil valid sehingga setiap langkah bisnis yang dilakukan efektif dan efisien.

 

Modal Usaha

Hal lain yang tak kalah penting dalam menunjang keberhasilan bisnis batik impian Anda adalah modal usaha. Buatlah perencanaan bisnis jangka panjang. Sebagai perumpamaan, proyeksikan keuangan bisnis selama setahun ke depan—mulai dari besarnya biaya untuk kebutuhan supplier, media promosi, dan lain-lain. Pastikan bahwa ketersediaan modal selama jangka waktu tersebut tidak akan mengganggu keuangan pribadi Anda.

Tidak ada salahnya menggunakan fasilitas pinjaman modal usaha dari koperasi, bank, P2P Lending, atau penyedia dana legal daan terdaftar lainnya jika memang tak mempunyai dana sendiri. Namun, pastikan Anda memilih cara ini bila rencana bisnis sudah benar-benar matang. Selain itu, hitung pula besarnya biaya pengembalian setiap bulan dan masukkan pada proyeksi keuangan yang dibuat sebagai utang.

 

Itulah lima tips sukses memulai bisnis batik. Siap mencoba?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here