Es pisang ijo adalah salah satu makanan pencuci mulut asli nusantara yang sering Anda jumpai di rumah makan coto Makassar. Bayangkan betapa segarnya tenggorokan Anda saat menyantap es ini usai menghabiskan satu mangkuk coto Makassar. 

Bagaimana asal usul hidangan khas Makassar ini? Lalu, seperti apa cara pembuatannya? Mari simak ulasan berikut ini. 

Filosofi di Balik Pisang Ijo


Tidak ada yang tahu persis bagaimana asal muasal es pisang ijo dibuat. Sekalipun beredar cerita rakyat di balik camilan ini, ternyata kisah itu hanya karangan saja. Namun, dari segi penamaan, nama pisang ijo hampir pasti bukan dari bahasa Bugis. 

Muncul anggapan jika memang pisang ijo sudah berkembang sejak lama, orang akan mengenalnya sebagai utti kudara (bahasa Bugis) atau unti moncong bulo (bahasa Makassar). Satu hal yang pasti, pisang ijo boleh jadi merupakan pengembangan menu es palu butung berkat kemiripan cara penyajiannya.

Walau sejarah pisang ijo masih simpang siur, soal cita rasa tidak perlu Anda ragukan lagi. Definisi pisang ijo lezat adalah pisang kepok kukus dengan rasa agak sepat, plus teksturnya tepat. Lapisan tepung yang membalutnya terasa kenyal, tetapi tidak lengket, serta beraroma pandan.

Ketika penyajian, bubur sumsum gurih dengan rasa santan yang kuat membanjiri mangkuk dan menutupi pisang ijo. Serutan es dan beberapa bongkahan kecil es menghiasi bagian atas pisang ijo, lengkap dengan guyuran sirup DHT yang manis dan segar. 

Warna hijau pun punya arti khusus bagi masyarakat Bugis-Makassar. Hijau merepresentasikan keanggunan atau malabbiri sehingga kerap dipandang sebagai warna yang sakral. Secara psikologis, hijau memberi perasaan sejuk dan segar. 

Dari sudut pandang ilmu gizi, pisang mempunyai kandungan kalori cukup tinggi guna menjaga stamina dan energi. Menyantap pisang juga dapat memperlancar peredaran darah maupun membuat fungsi jantung berjalan normal. 

Semua alasan tersebut menempatkan pisang ijo sebagai ikon kuliner Makassar. Jika Anda berkunjung ke ibukota Sulawesi Selatan itu, menjumpai hidangan pencuci mulut ini mudah. 

Dari kelas restoran, rumah makan, sampai penjaja kaki lima di tepi jalan, pisang ijo tersaji dengan kekhasannya masing-masing. Boleh lho Anda memuaskan diri mencoba berbagai variasi hidangan itu saat pergi ke Makassar.

Cara Membuat Es Pisang Ijo


Tidak perlu jauh-jauh ke Makassar, Anda pun bisa membuat sendiri minuman segar ini di rumah. Bahan bakunya cukup sederhana, tetapi proses pembuatan pisang ijo memang sedikit panjang karena terdiri dari tiga resep, yaitu lapis pisang ijo, bubur sumsum, serta kuah santan. 

Meskipun begitu, Anda tetap akan menikmati hasil memuaskan dari pisang ijo buatan sendiri. Yuk, simak resepnya bersama!

Bahan Lapis Pisang

  • 250 gram tepung beras
  • 100 gram atau 6 sdm munjung tepung tapioka
  • 6 sdm munjung gula pasir 
  • ½ sdt garam
  • 2 lembar daun pandan, blender lebih dulu bersama 100 ml air, saring untuk memisahkan ampasnya, sisihkan
  • Pewarna makanan warna hijau atau pasta pandan dengan takaran sesuai kebutuhan, untuk menambah ketajaman warna hijau 
  • 800 ml air campur dengan 1 kemasan santan instan ukuran 65 ml    
  • 15-18 buah pisang raja atau pisang kepok yang sudah matang
  • Daun pisang untuk membungkus

Bahan Bubur Sumsum

  • 250 gram tepung beras
  • 1,5 liter air
  • 2 buah santan instan kemasan 65 ml
  • 1 sdt garam
  • 2-4 lembar daun pandan, ikat simpul

Bahan Kuah Santan

  • 2 buah santan instan kemasan 65 ml, campur dengan 600 ml air
  • 1-2 lembar pandan 
  • 1 sdt garam
  • 2 sdm maizena, campur dengan ½ gelas larutan air dan santan

Bahan Pelengkap

  • Sirup DHT rasa pisang ambon, bisa diganti sirup rasa coco pandan atau pisang susu
  • Es serut atau es batu
  • Susu kental manis (opsional)

Cara Membuat

  1. Kukus pisang utuh sekitar 15 menit agar rasa manis pisang keluar sempurna.
  2. Kupas kulit pisang setelah pisang dalam keadaan dingin, sisihkan.
  3. Buat lebih dulu lapisan pisang ijo. Pada wadah berisi air, campurkan santan instan, tepung tapioka, gula pasir, jus pandan, tepung beras, garam halus, dan pewarna hijau secukupnya. Kemudian aduk sampai seluruh bahan tercampur rata dan tidak ada tepung yang bergerindil. Lalu, saring adonan.
  4. Masak adonan lapisan hijau tersebut dengan api sedang. Aduk terus hingga adonan berubah menjadi kental dan padat, serta tidak lengket atau menempel pada dasar panci. Angkat dan dinginkan.
  5. Setelah adonan lapisan hijau dingin, mulai membungkus pisang. 
    • Siapkan lebih dulu minyak secukupnya, plastik bening, daun pisang, sendok makan, dan centong nasi.
    • Lapisi plastik, sendok, dan centong nasi dengan minyak. 
    • Ambil 1,5 sampai 2 sendok makan adonan hijau. Pipihkan dengan centong nasi hingga melebar dan cukup tipis. 
    • Taruh satu buah pisang di tengah adonan. Ambil kedua sisi samping, tangkupkan ke tengah untuk membungkus pisang seperti lontong. Padatkan dan potong kedua ujung pisang. 
    • Lapisi daun pisang dengan minyak, bungkus pisang ijo sampai tertutup rapat. Lakukan berulang hingga adonan lapisan hijau dan pisang habis.
    • Panaskan dandang dan kukus pisang ijo tadi dengan api sedang selama 15 menit.
    • Angkat dan dinginkan.
  6. Sembari menunggu pisang ijo dingin, masak bubur sumsum dengan langkah berikut.
    • Dalam wadah berisi air, tambahkan santan instan, tepung beras, garam, dan aduk rata sampai tepung larut serta tidak ada bagian yang menggumpal. Saring jika perlu.
    • Tuang adonan bubur sumsum ke panci, masukkan daun pandan. Aduk terus sampai adonan mulai mengental.
    • Saat adonan mengental, kecilkan api, aduk cepat dengan whisker agar tekstur bubur lebih lembut dan merata, serta tidak mengeras. 
    • Setelah mengental sempurna, matikan kompor, dan angkat.
  7. Tahap terakhir adalah memasak kuah santan.
    • Masukkan santan instan ke dalam air, garam, dan daun pandan.
    • Ambil ½ gelas larutan santan untuk melarutkan maizena.
    • Masak dengan api kecil, tetapi tidak perlu sampai mendidih. 
    • Tambahkan larutan santan dan maizena untuk membuat kuah santan mengental. 
    • Setelah kuah santan mengental, angkat, dan sisihkan. 
  8. Sekarang mari lihat bagaimana cara penyajiannya.
    • Potong pisang ijo dengan pisau yang dilapisi plastik agar tidak lengket.
    • Siapkan bahan pelengkap lain.
    • Tata es batu pada bagian bawah mangkuk, taruh pisang ijo di atasnya. 
    • Tambahkan bubur sumsum, kuah santan, dan sirup, boleh juga tambahkan es serut di bagian atas. Beri susu kental manis jika suka. 
    • Sajikan segera.

Trik Mengemas Pisang Ijo untuk Dijual


Berbekal resep di atas, Anda bisa membuat 16 porsi pisang ijo dalam kemasan gelas atau cup. Cukup susun bubur sumsum, irisan pisang ijo, kuah santan, serta es batu dan sirup dalam gelas plastik. Anda dapat menjual pisang ijo kemasan ini seharga Rp7.500 – Rp10.000 per cup.  

Ingin pisang ijo lebih tahan lama saat dijual? Anda bisa mengemasnya dalam wadah mika. Dengan porsi lebih besar, kemas bubur sumsum, kuah santan, dan sirup terpisah di plastik kecil. Satu plastik mika bisa untuk dua porsi. Harga jual pisang ijo versi ini berada pada kisaran Rp15.000 – Rp20.000. 

Dengan modal sekitar Rp60.000 saja, Anda sudah bisa meraup omzet hingga ratusan ribu rupiah. Untung jualan es pisang ijo nyaris 200% lho! Jadi, tertarik mencoba berjualan pisang ijo sebagai usaha kuliner rumahan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here