Cara investasi saham menjadi salah satu topik finansial yang paling banyak dibahas selama beberapa waktu terakhir. Penanaman modal pada instrumen investasi ini dinilai solusi yang pas untuk menyiapkan kematangan finansial di masa mendatang. Pasalnya dibandingkan beberapa produk investasi lainnya, saham mempunyai prospek keuntungan yang sangat tinggi terutama untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Cara Investasi Saham untuk Pemula

Ajakan untuk berinvestasi terutama di kalangan milenial santer disuarakan beberapa tahun terakhir. Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan awareness pada masyarakat untuk mempersiapkan mendapat keuntungan atas aset yang dimiliki dan kematangan finansial di masa mendatang. Persuasi ini pun semakin diamini sejak adanya pandemi yang menghantam keras kondisi finansial banyak orang.

Mengapa Saham?

‘Dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya’ adalah harapan setiap orang. Pun demikian dengan investasi—dengan dana awal yang seminim mungkin, hasil yang diperoleh bisa semaksimal mungkin.

Saham adalah solusi yang tepat untuk mindset ini. Beberapa produk investasi yang mempunyai return tinggi adalah properti dan saham. Namun untuk memiliki properti, seseorang harus menyiapkan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah. Jika menunggu dana tersebut terkumpul, besar kemungkinan harga properti yang diincar pun sudah melambung lebih jauh.

Baca juga: Kenali Keuntungan dan Risiko Investasi Properti Online

Sementara itu, modal awal untuk saham tidak harus sebesar itu. Membeli saham sebuah perusahaan dilakukan berdasarkan sistem lot (1 lot = 100 lembar saham). Artinya jika satu lembar saham senilai Rp2.500,00 misalnya, maka besarnya modal yang ditanam hanya sebesar Rp250.000,00. Sangat murah, bukan?

Guna mendapat keuntungan yang maksimal, investor sebaiknya memiliki beberapa lot saham sebuah perusahaan. Selain itu, investor juga bisa melakukan diversifikasi—artinya berinvestasi saham di beberapa perusahaan yang berprospek cerah. 

Investasi dan Trading Saham Tidaklah Sama

Satu hal yang perlu diperhatikan sedari awal adalah bahwa investasi dan trading saham merupakan dua hal berbeda. Adapun pokok perbedaannya adalah jangka waktu—investasi saham berfokus pada tempo jangka panjang, sedangkan trading berfokus pada transaksi jangka pendek.

Investasi saham merupakan investasi yang cocok untuk jangka panjang (lebih dari 5 tahun) mengingat nilai instrumen ini sangat fluktuatif. Aktivitas ini cocok untuk orang yang memang hanya berfokus untuk menyiapkan kematangan finansial di masa depan dan tidak memiliki banyak waktu untuk terus-menerus mengamati pergerakan pasar modal. Sementara itu, trading saham cocok bagi orang yang memang mengejar keuntungan jangka pendek dan mempunyai waktu serta pengetahuan mumpuni dalam mengamati pergerakan pasar modal.

Baca juga: Investor Pemula, Wajib Kenalan Dulu Nih dengan IHSG

Memulai Investasi Saham

Seorang investor saham harus memiliki mental siap rugi. Hal ini karena sifat saham yang sangat fluktuatif dan dipengaruhi oleh banyak hal (high risk, high return). Maka dari itu, sebelum melakukan penanaman modal pada instrumen ini, calon investor harus sudah memahami dan menerima konsekuensinya.

Selain itu, seorang investor saham juga harus mempunyai kemauan untuk belajar dan menggali informasi. Calon investor tentu mengharap keuntungan dari investasi yang dilakukannya, bukan? Maka dari itu, cara paling awal yang perlu dilakukan adalah dengan memilih produk yang memang berpotensi memberi profit. 

Mempelajari perusahaan tersebut adalah kuncinya. Calon investor dapat mengetahui kesehatan dan prospek keberlangsungan perusahaan tersebut melalui laporan keuangan, rencana bisnis dan ekspansi yang akan dilakukan, portofolio, dan sebagainya. Selain itu, beberapa informasi pendukung seperti faktor-faktor apa saja yang memengaruhi dan waktu-waktu tertentu kenaikan dan penurunan harga saham juga perlu dipelajari.

Lantas, bagaimana cara untuk mulai berinvestasi saham?

Cara investasi saham sebenarnya sangatlah mudah. Calon investor memilih terlebih dahulu perusahaan sekuritas yang dinilai paling aman dan cocok (perusahaan sekuritas juga disebut sebagai broker atau pialang saham). Setelah itu, calon investor akan membuat Rekening Saham dan Rekening Dana Nasabah (RDN). Rekening Saham digunakan untuk menyimpan portofolio saham atas nama investor, sedangkan RDN adalah rekening dana pada bank administrasi (terpisah dari rekening dana perusahaan sekuritas) atas nama nasabah yang dipakai untuk keperluan transaksi saham.

Selanjutnya, calon investor dapat langsung melakukan penyetoran modal saham (deposit) ke RDN. Jika dana tersebut sudah efektif, transaksi saham pun dapat dilakukan. Investor dapat langsung melakukan pembelian efektif (memasang harga beli sama dengan harga penjualan terendah) atau melakukan bidding (memasang harga tertentu, biasanya di bawah harga penjualan terendah pada saat itu. Saham baru akan terbeli jika ada investor lain yang menjual sahamnya senilai harga yang di-bid).

Platform Investasi Saham untuk Pemula

Berinvestasi saham pun kini makin mudah dengan banyaknya pilihan platform investasi saham secara online. Perusahaan sekuritas biasanya menyediakan platform ini, tetapi investor juga boleh menggunakan platform investasi lainnya yang tersedia seperti berikut ini.

RTI Business

RTI Business

Platform investasi saham ini dirilis pada tahun 2015 dan telah diunduh oleh lebih dari 500 ribu pengguna. Aplikasi ini banyak dipilih oleh investor karena menyediakan fitur yang lengkap. Investor dapat melihat kinerja perusahaan dalam 5 tahun terakhir (meliputi cash flow, earnings, balance sheet, income statement, growth, dan lainnya), detail transaksi saham pada satu hari dan histori pergerakan saham dalam satu bulan, mengetahui jadwal aksi korporasi (dividen, RUPS, IPO, dan lainnya), dan lain-lain.

Stockbit

Stockbit

Stockbit terkoneksi dengan rekening saham di bawah naungan PT Sinarmas Sekuritas, tetapi tidak menutup kemungkinan pengguna broker lainnya dapat menggunakan aplikasi ini. Stockbit memiliki keamanan transaksi yang cukup menjamin karena adanya fitur touch ID sehingga proses konfirmasi transaksi akan menggunakan teknologi sidik jari. Stockbit juga menyediakan laporan keuangan dan jadwal aksi korporasi perusahaan. 

Investing.com

Investing.com

Alternatif aplikasi saham lainnya adalah Investing.com. Software ini menyediakan informasi saham secara real time berikut fitur Economic Calendar yang memuat info teranyar tentang kegiatan ekonomi dunia. Tak cuma itu, Investing.com juga menyediakan fitur andalan berupa pengaturan portofolio saham, berita, dan analisa pasar saham. 

Indonesia Stock Exchange Data

Indonesia Stock Exchange Data

Indonesia Stock Exchange Data atau IDX boleh dibilang aplikasi investasi saham paling favorit bagi pemula. Fitur-fiturnya cukup sederhana dan ramah terhadap newbie sehingga user experience-nya pun akan tercipta makin maksimal. Adapun beberapa fitur yang tersedia di IDX antara lain data real time tentang waktu terbaik untuk menjual dan membeli saham (tersedia dalam bentuk notifikasi), manajemen portofolio saham, berita ekonomi, dan lain-lain.

Cara penggunaan aplikasi investasi di atas tidak terlalu jauh berbeda. Investor cukup membuka menu yang tersedia untuk mendapat informasi relevan yang sedang dicari. pengguna pun hanya perlu membuat akun dengan mendaftarkan email dan password.

Demikianlah informasi tentang cara investasi saham untuk pemula. Tidak sulit, bukan? Kendati begitu, calon investor tidak sebaiknya gegabah maupun terlalu lama untuk memulai berinvestasi saham. Segera pahami portofolio saham yang akan dipilih dan pertimbangkan karakternya sesuai tujuan keuangan agar tidak menyesal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here