Dalam menjalankan bisnis, strategi negosiasi yang baik harus dimiliki oleh siapa saja. Mengapa? Karena di dalam setiap kesempatan, negosiasi harus dilakukan mulai dari mendapatkan modal, mendapatkan harga lebih rendah, hingga kelonggaran masalah utang dan piutang.

Sayangnya, tidak semua pemilik bisnis khususnya UKM bisa melakukan negosiasi dengan baik. Efeknya, mereka sering sulit dalam menjalankan bisnis karena bahan baku mahal, produk sulit dipasarkan, hingga hal lain yang membuat bisnis harus terhenti di tengah jalan.

Kalau Anda ingin mempelajari strategi negosiasi yang baik dalam bisnis, ikuti beberapa langkah di bawah ini.

Baca juga: Ingin Jadi Wirausaha Sukses? Wajib Punya Sifat & Perilaku Ini

1. Memperhatikan Penampilan atau Persona


Saat melakukan negosiasi, Anda tidak bisa asal-asal dalam mengenakan pakaian. Misal terlalu formal atau terlalu casual. Pastikan menyesuaikan dengan apa yang dikenakan oleh lawan negosiasi. Bila perlu, Anda mempelajari dahulu orang yang akan diajak diskusi ini dan mengetahui seleranya.

Banyak yang bilang: jangan menilai buku dari covernya. Namun, pada akhirnya kita tetap akan menilai seseorang dari bagaimana mereka berpakaian. Umumnya kesan atau persona pertama yang diberikan akan membuat Anda bisa menilai bagaimana orang itu dan hal ini memengaruhi alur negosiasi.

Selain pakaian, Anda juga harus merapikan diri. Kalau pria bisa merapikan jambang dan memangkas rambut agar rapi. Untuk wanita bisa memperhatikan makeup yang dipakai. Selanjutnya parfum juga harus yang nyaman dan tidak berlebihan.

2. Selalu Memilih Kata-Kata yang Tepat


Apa yang keluar dari mulut bisa memudahkan seseorang untuk melakukan penilaian. Kalau Anda cenderung ceplas-ceplos dan tidak memberikan kesempatan lawan untuk bicara, efek negatif akan muncul. Lawan negosiasi bisa semakin alot sehingga kesempatan yang menarik tidak segera didapatkan.

Selalu pilih kata-kata yang memang tepat diucapkan. Sesuaikan dengan situasi dan kondisinya. Yang paling penting, samakan gaya bicara dengan lawan. Kalau lawan suka bahasa sederhana, jangan pakai bahasa yang cenderung saintifik agar terlihat lebih dominan.

Negosiasi bukan perkara siapa yang mampu unggul dalam bicara serta terlihat menarik. Negosiasi adalah cara yang dilakukan untuk mendapatkan kesempatan bersama dan saling menguntungkan. Untuk itu, selalu hormati apa yang dikatakan oleh lawan bicara.

3. Menggunakan Bahasa Tubuh yang Tepat


Bahasa tubuh juga penting karena bisa melengkapi apa yang sudah Anda katakan pada lawan bicara. Misal Anda ingin menghormati lawan bicara, duduk harus dilakukan dengan posisi dan arah yang sama. Lakukan mirroring, agar proses negosiasi berjalan dengan baik.

Jangan lupa untuk selalu memandang mata lawan bicara saat sedang melakukan diskusi. Hindari memakai bahasa tubuh yang terlalu berlebihan baik itu terlalu sopan atau malah tidak sama sekali. Dengan begitu, kesan baik bisa didapatkan dan membuat proses negosiasi berjalan dengan cepat.

4. Tidak Menyinggung Perasaan


Inti dari strategi negosiasi yang dilakukan adalah mendapatkan kesepakatan bersama. Kedua belah pihak harus setuju karena sama-sama mendapatkan keuntungan. Hindari melakukan negosiasi hanya untuk kepentingan sendiri. Apalagi sampai menyinggung perasaan dari lawan bicara.

Ada beberapa cara negosiasi salah yang menyebabkan lawan diskusi jadi malas atau malah merasa down. Misal mengatakan kalau produknya terlalu jelek dan tidak sesuai dengan pasaran. Meski tujuan dari hal ini adalah menurunkan harga, tapi jangan dilakukan dengan membuat lawan negosiasi merasa tidak enak.

Masih ada cara untuk menurunkan harga atau mendapatkan keringanan lain. Jangan memakai cara yang menyakiti personal. Hal ini bisa berdampak besar. Apalagi lawan negosiasi punya banyak link. Bisa saja Anda dibicarakan di sana dan memicu kesulitan di kemudian hari.

5. Jangan Terlalu Cepat Meremehkan Tawaran


Kondisi bisnis setiap orang akan berbeda-beda. Ada kalanya, masa sulit datang sehingga pembayaran utang harus ditunda dan sebagainya. Misal Anda memiliki toko dan bekerja sama dengan banyak supplier. Karena ada masalah dengan target, mereka meminta bantuan agar Anda menerima barangnya.

Merasa ada hal yang urgent, Anda memanfaatkan hal ini dengan meminta agar pembayaran produk jatuh tempo di atas 30 hari. Penyuplai barang minta Anda membayar dalam tempo 14 hari, tapi memberikan bonus lain, misal bingkisan saat hari raya atau komisi.

Saat sedang melakukan negosiasi, Anda tidak boleh langsung menganggap remeh tawaran itu. Misal dengan kembali merendahkan dan sebagainya. Lebih baik dibicarakan baik-baik agar kedua belah pihak sama-sama dapat untung.

6. Hindari Bohong dan Mengancam


“Kalau harganya tidak turun jadi sekian, saya tidak ambil lagi di tempat Anda.” atau “Di tempat lain bisa lebih murah, kenapa disini tidak?”. Hal-hal seperti kalimat yang sudah ditulis di atas, ada baiknya untuk dikatakan langsung kepada rekan kerja. Apalagi membuat mereka merasa tidak memiliki pilihan lain.

Orientasi Anda memang tetap dapat harga yang lebih murah atau sesuai keinginan. Namun, tetap lakukan dengan menjunjung etika. Jangan main ancam dan membuat rekan kerja jadi merasa tidak enak. Efek dari negosiasi ini bisa besar di kemudian hari. Jangan membuat masalah yang tidak perlu.

7. Memahami Posisi dan Kebutuhan


Sebelum melakukan negosiasi, pahami dahulu posisi yang saat ini Anda miliki. Misal Anda butuh banyak bahan baku dari produsen. Anda sangat butuh produk itu padahal harganya agak mahal. Sementara itu, pemilik produk sudah menjalin kerja sama dengan banyak pengusaha sehingga memiliki “nilai jual” lebih tinggi.

Dengan posisi seperti ini, tentu Anda tidak akan dengan semena-mena minta harga sekian. Padahal, Anda sangat butuh dan berhubungan dengan kelangsungan bisnis. Sedikitlah lebih sopan dan merendah. Beri penawaran yang baik supaya dua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan.

Saat melakukan negosiasi, ada baiknya untuk tidak meremehkan. Seperti yang sudah dibahas di atas. Meremehkan akan membuat lawan negosiasi jadi berpikir berkali-kali untuk setuju atau sekadar untuk bertemu kembali.

8. Mempelajari Lawan Negosiasi


Cara melakukan negosiasi yang terakhir sering disebut dengan nama cold reading. Cara ini dilakukan untuk mengetahui apa yang dipikirkan oleh lawan negosiasi agar Anda terlihat lebih memahaminya. Untuk bisa melakukan ini, Anda disarankan untuk mempelajari lawan negosiasi terlebih dahulu.

Teknik akan membuat proses negosiasi berjalan dengan baik. Anda bisa memberikan banyak pertanyaan yang sesuai dengan pikirannya. Hal ini akan meningkatkan rasa suka dan akhirnya memberikan rasa percaya. Teknik ini memang terlihat mudah dilakukan, tapi membutuhkan jam terbang tinggi.

Setiap orang memiliki strategi negosiasi yang berbeda-beda. Semua tergantung dengan jam terbang yang dimiliki. Pada awal-awal negosiasi, Anda tidak akan langsung mahir melakukannya. Hal ini wajar, tapi tetap harus mempelajari teknik dengan baik agar risiko mengalami gagal rendah.

Dalam melakukan negosiasi jenis apa pun, hindari untuk melakukan hal-hal yang sifatnya negatif. Meski tujuannya tetap sama yakni untuk menekan harga atau kesepakatan waktu bayar utang. Jangan menjatuhkan, menghina, atau mengancam. Etika tetap harus dipegang tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here