Nama Pisang Goreng Bu Nanik mulai melejit sejak tahun 2010 karena rasa khasnya. Paduan pisang, madu, adonan renyah, serta tampilan unik yang sedikit kehitaman membuat kudapan ini cepat populer, bahkan terjual hingga ke luar negeri. Perjalanan karir Bu Nanik cukup unik karena bisnisnya berawal dari kegagalan terus-menerus, tetapi inovasi serta pemanfaatan teknologi berhasil memberinya kesuksesan.

Awal Perjalanan Bisnis Pisang Goreng


Bu Nanik yang bernama asli Nanik Soelistiowati memulai bisnis kuliner pada tahun 1994 sebagai pemilik usaha katering, menyediakan makanan untuk pegawai berbagai hotel di Jakarta seperti Ibis, Dharmawangsa, Harris, Ciputra, dan Parklane. Menu kateringnya berupa nasi kotak dengan buah.

Menurut Bu Nanik, pisang merupakan buah yang sering terbuang karena cepat rusak. Akan tetapi, beliau merasa sayang membuang pisang karena kebanyakan sebenarnya masih bisa dimakan. Bu Nanik akhirnya menggoreng pisang-pisang tersebut.

Mengapa pisang gorengnya menggunakan madu? Ada dua alasan: menciptakan variasi rasa baru serta mengurangi pemakaian gula. Karena rasanya lezat, Bu Nanik mencoba menambahkan pisang goreng madu tersebut ke dalam menu.

Pisang goreng madunya ternyata populer di kalangan karyawan hotel. Mereka mulai sering memesan dalam jumlah besar untuk berbagai acara. Akhirnya, pada tahun 2014, Bu Nanik memutuskan berhenti berbisnis katering dan membuka kios pisang goreng madu.

Tantangan Bisnis


Penampilan unik Pisang Goreng Madu Bu Nanik ternyata sempat menghambat bisnis. Penggunaan madu untuk menambah rasa manis membuat permukaan pisang goreng menjadi sedikit kehitaman. Hal ini membuat orang tidak berselera saat pertama kali melihatnya, mengira pisang goreng tersebut hangus.

Jualan pisang goreng Bu Nanik awalnya juga tidak terlalu laris, karena hanya mendapat tempat kecil di pinggir jalan dengan kapasitas dua wajan lebar untuk menggoreng. Beliau juga harus membagi waktu antara bisnis katering dan pembuatan pisang goreng, sehingga hanya bisa memproduksi dalam jumlah terbatas.

Akan tetapi, tantangan bisnis ini tidak menghentikan Bu Nanik untuk mencari ide, meningkatkan diri, dan berinovasi untuk mengembangkan bisnisnya. Menggunakan teknik pemasaran yang tepat adalah salah satu kuncinya.

Pemasaran Pisang Goreng Madu


Keunggulan Bu Nanik dalam berbisnis adalah mengembangkan strategi pemasarannya secara berkala. Bu Nanik memulainya dengan promosi mulut ke mulut saat masih menjadi pengusaha katering. Menawarkan pisang gorengnya ke pegawai hotel menjadi pijakan awalnya dalam berbisnis, karena para karyawan menyebarkannya ke orang lain.

Saat baru berjualan, Bu Nanik menyelipkan brosur promosi di berbagai kendaraan bermotor, terutama di lapangan parkir tempat-tempat ibadah. Strategi pemasaran mudah tetapi murah ini membantu mempopulerkan jajanan tersebut pada masa awal pendirian bisnis. Bu Nanik juga tidak ragu membagikan banyak tester agar masyarakat bisa menilai dari rasa, bukan penampilan.

Ojek Online Menjadi Penentu


Kehadiran Go-Jek membantu Bu Nanik dalam memasarkan pisang goreng madunya. Dengan layanan Go-Food, Bu Nanik mampu menjangkau pelanggan di mana saja dengan mudah. Beliau juga menggunakan Go-Jek dan Paxel untuk menawarkan layanan one-day delivery antar kota. Menurut Bu Nanik, kerja sama dengan Go-Jek merupakan solusi mudah dan murah untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dengan cepat.

4 Kunci Kesuksesan Bu Nanik


Apa yang membuat Bu Nanik sukses? Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari, seperti:

1. Patokan Mutu Tinggi Sejak Awal

Walau baru memulai bisnis yang sering tidak laku, Bu Nanik tetap menjaga kualitas produknya. Beliau menggunakan pisang raja yang tidak terlalu manis dan bertekstur padat, cocok untuk digoreng dengan madu. Racikan kulit luarnya juga renyah dan tidak terlalu berminyak.

2. Adaptasi dalam Pemasaran

Bu Nanik tidak pasif dalam memasarkan produknya. Beliau mengembangkan strategi promosi seiring pertumbuhan bisnis. Semua pemilik usaha yang ingin sukses harus punya modal untuk mengembangkan strategi pemasaran sesuai kebutuhan.

3. Kemauan untuk Berkembang

Bu Nanik tidak begitu saja terjun dari bisnis katering ke jualan pisang goreng. Sejak tahun 2009, beliau rajin mengikuti pelatihan UKM dan mengikuti program pembinaan agar bisa mengelola bisnisnya dengan baik.

4. Menjual Ciri Khas, bukan Mengekor Tren

Bu Nanik menolak mengekor tren pisang goreng kekinian mentah-mentah. Beliau memilih berpegang pada inovasi sederhana dari pisang goreng biasa agar produknya diterima semua kalangan. Bu Nanik juga menekankan unsur lokal ini dengan sering mengenakan baju daerah atau batik saat mengikuti acara dan berpromosi.

Pisang Goreng Bu Nanik adalah bukti kesuksesan bisnis kecil karena memadukan pemasaran, ide, dan kualitas. Anda bisa belajar dari Bu Nanik jika ingin membuka bisnis kecil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here