Usaha cuci motor kian menjamur di hampir seluruh daerah di Indonesia. Tidak heran, kendaraan roda dua ini memang salah satu alat transportasi yang banyak dipakai masyarakat. Minimal dalam satu rumah keluarga menengah memiliki satu motor untuk mobilisasi penghuninya. Namun, tidak semua orang rajin dan memiliki waktu untuk menjaga kebersihan motor. Terlebih lagi, mengingat cuaca Indonesia yang sangat berdebu di musim panas serta berlumpur di musim hujan menjadikan motor mudah kotor.

Nah, peluang ini tentu tak boleh Anda sia-siakan jika ingin membuka usaha. Pencucian motor pasti banyak dicari mereka yang ingin kendaraannya selalu bersih dan nyaman dipakai. Anda bisa bebas menjadikannya penghasilan utama atau sebagai sampingan saja, apalagi modal usahanya bisa tak lebih dari 10 juta rupiah. Simak artikel berikut untuk mengetahui bagaimana strategi memulai usaha ini dan meraih omzet besar!

Tips Penting Memulai Usaha


Apabila Anda belum pernah memiliki bisnis sebelumnya, di bawah ini adalah tips untuk mempersiapkan memulai usaha terutama pencucian motor agar tidak kerepotan saat sudah berjalan.

1. Bekali Diri dengan Ilmu

Terkadang ada orang yang berprinsip untuk belajar mengelola bisnis sambil jalan. Memang tidak ada salahnya. Namun, jika mau sedikit meluangkan waktu untuk belajar, Anda tak usah meraba-raba lagi dan bisa terhindar dari kesalahan yang tidak perlu jika sudah mengetahui ilmunya.

Hal pertama yang perlu dipelajari adalah cara mencuci motor dengan baik dan benar. Anda bisa mulai dengan mengunjungi tempat cuci motor dan mengamati cara kerja mereka. Perhatikan bagian mana saja yang perlu ketelitian khusus saat dibersihkan, atau justru ada bagian yang tidak boleh terkena air dan sabun terlalu banyak.

Selanjutnya yang perlu dipelajari adalah ilmu keuangan dasar. Pencatatan uang keluar-masuk alias pembukuan terlihat membosankan tetapi sangat penting demi keberlangsungan sebuah bisnis. Jika menyepelekan ilmu ini, bisa-bisa Anda sebenarnya untung besar tetapi uang habis begitu saja. Pencatatan keuangan juga bisa membantu Anda mencari bukti jika terjadi kebocoran keuangan.

Baca juga: Cara Membuat Laporan Keuangan dengan Mudah di Excel

Terakhir adalah ilmu strategi bisnis dan pemasaran. Selain kerja keras, kerja cerdas juga dibutuhkan saat menjalankan sebuah usaha. Sedikit menyisihkan modal untuk promosi tidak akan merugikan jika akhirnya bisa membawa pelanggan dan cuan lebih banyak.

2. Persiapkan Modal Kerja

Jika sudah memiliki tabungan, Anda bisa langsung memakainya untuk membeli peralatan dan kebutuhan yang diperlukan. Perhitungan harga alat dan modal akan dibahas lebih rinci di bawah. Namun, jika perlu meminjam uang untuk keperluan modal, pertimbangkan dengan cermat kemampuan diri untuk membayar cicilannya.

3. Survei Lokasi Strategis

Nah, persiapan satu ini tidak kalah penting. Lokasi strategis tidak harus di jalan besar, tetapi bisa di jalan arteri yang ramai dilalui kendaraan. Anda pun bisa memilih lokasi di dekat perkantoran, kampus, maupun perumahan. Cek apakah di daerah sekitarnya ada yang memiliki usaha serupa.

Paling baik jika lokasi adalah lahan milik sendiri. Namun, jika tidak bisa, menyewa lahan juga menjadi solusi tepat. Pilih yang harga sewanya pas di kantong. Pertimbangkan pula luas lahan yang cukup untuk tempat cuci, tempat peralatan, serta ruang tunggu pelanggan. 

4. Cari Karyawan yang Memenuhi Syarat

Anda akan membutuhkan 1-2 karyawan untuk awal memulai usaha ini. Seiring berjalannya waktu, mungkin dibutuhkan karyawan tambahan. Pilihlah orang yang kira-kira mampu bekerja keras, cekatan, dan ramah kepada pelanggan. Tanyakan juga pengalaman kerja yang dimiliki sebelumnya.

5. Lakukan Promosi di Awal Usaha

Saat awal membuka usaha, perlu promosi agar orang lebih mengenal bisnis Anda. Anda bisa memasang poster atau spanduk di sekitar jalan menuju lokasi usaha. Beritahukan pula kepada seluruh kenalan melalui media sosial. Bila perlu, berikan harga promo saat pertama kali buka supaya orang lebih tertarik. Atau promo khusus semacam gratis 1x setelah 5x cuci motor. Jika mereka puas dengan pelayanan Anda, mereka akan kembali lagi dan menjadi pelanggan tetap.

Perhitungan Modal dan Omzet Usaha Cuci Motor


Jika memiliki modal 10 juta rupiah, Anda bisa segera mulai eksekusi membuka usaha cuci motor. Beberapa peralatan beserta kisaran harga yang harus dibeli misalnya:

  • Kompresor (bensin) dan peralatan penunjang Rp1.800.000
  • Selang dan steam air Rp300.000
  • Tabung cuci salju kecil Rp500.000
  • Alat cuci motor (sikat, ember, kanebo, sampo motor, semir, dll) Rp500.000
  • Spanduk dan banner Rp800.000
  • Poster, stiker, dan brosur untuk promosi Rp500.000
  • Nota dan stempel Rp100.000
  • Renovasi tempat dan perabotan Rp3000.000

Total dari perhitungan modal di atas adalah sekitar Rp8.500.000.

Untuk biaya operasional per bulan adalah sekitar Rp1.500.000—Rp2000.000. Jika pada bulan awal diberlakukan harga promo Rp8000 per motor dan jumlah pelanggan sekitar 15 motor per hari, maka omzet yang didapat sekitar Rp3.000.000. Dari angka tersebut didapat laba bersih sekitar Rp1.000.000. Laba ini bisa bertambah menjadi kisaran Rp3000.000 di bulan berikutnya jika harga dan jumlah pelanggan sudah naik. Diharapkan dalam waktu kurang dari 6 bulan, Anda sudah bisa balik modal.

Bertahan di Tengah Persaingan


Setelah berhasil merintis usaha, pekerjaan yang tidak kalah sulit selanjutnya adalah menjaga konsistensi dari bisnis Anda. Dibutuhkan beberapa strategi khusus agar bisa bertahan di tengah persaingan ketat. Untuk usaha bidang jasa seperti cuci motor, ada beberapa tips yang bisa diikuti seperti berikut.

1. Utamakan Kepuasan Pelanggan

Ajarkan kepada karyawan Anda untuk selalu ramah terhadap pelanggan dan mendengarkan masukan mereka. Pastikan hasil kerja cuci motor selalu bersih dan memuaskan. Ingat pula untuk selalu menjaga kebersihan tempat cuci agar pelanggan merasa nyaman untuk datang dan kembali lagi di kemudian hari. Pelanggan yang sudah loyal biasanya akan mudah mempromosikan tempat cuci motor Anda kepada kenalannya tanpa diminta.

2. Tampilkan Keunggulan dan Keunikan

Setelah ada keuntungan cukup, mungkin Anda bisa menambah peralatan khusus seperti mesin cuci salju agar usaha Anda punya keunikan dibanding yang lain. Atau carilah produk semir yang memiliki kualitas mumpuni sehingga bodi motor bisa tampak seperti baru. Ide unik lain seperti memberikan suvenir bagi pelanggan loyal juga bisa diterapkan.

3. Lakukan Diversifikasi Usaha

Untuk menambah omzet, cobalah untuk sedikit berinovasi. Tawarkan untuk sekaligus mencuci helm daripada hanya cuci motor. Anda juga bisa menyediakan kulkas berisi minuman dingin ataupun lemari khusus isi snak untuk pelanggan yang menunggu. Keuntungannya bisa dipakai menambah pundi-pundi uang. Atau sekalian saja membuat warung kecil atau barbershop di samping tempat cuci. Biasanya pelanggan akan mencari kegiatan sembari menunggu dan Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan diversifikasi usaha. 

Itulah tadi beberapa informasi mengenai usaha cuci motor yang bisa diterapkan sebagai ide bisnis. Yakinlah jika berusaha keras dengan penuh ketekunan, Anda akan bisa meraup keuntungan besar. Tidak sulit, bukan? Segera eksekusi ide bisnis sekarang juga!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here