Salah satu kopi yang paling populer dari Indonesia adalah kopi luwak. Kopi ini dianggap sebagai kopi termahal di dunia karena kelangkaannya dan rasanya yang eksotis. Cita rasanya lembut dan ramah di lambung, membuat kopi ini dicintai oleh banyak orang. 

Faktor lain yang membuat kopi ini terkenal adalah proses pembuatannya. Kopi ini berasal dari kotoran hewan sejenis musang bernama luwak. Luwak-luwak tersebut memakan biji kopi, setelah mencernanya, luwak kemudian mengeluarkan biji kopi bersama kotoran. Media di Amerika Serikat menyebut kopi ini sebagai “cat poop coffee”.

Meski kopi ini banyak dicintai sekaligus dibenci, banyak negara yang menginginkan kopi ini. Berdasarkan data Asosisasi Eksportir Kopi Indonesia, produksi kopi ini mencapai 10 ton per tahun di 2013. Sebanyak 2-3 ton kopi diekspor ke luar negeri seperti Amerika Serikat, Australia, Hongkong, Korea, Jerman, dan lainnya.

Baca Juga: 4 jenis Kopi Yang Wajib Diketahui Oleh Pencinta Kopi

 

Fakta Menarik Tentang Bisnis Kopi Luwak

Anda tertarik berbisnis kopi luwak? Terdapat beberapa fakta yang perlu Anda ketahui mengenai kopi mahal ini:

 

1. Sudah Terkenal Dari Zaman Kolonial

Meski kopi ini baru tren di tahun 2010, keberadaan kopi ini sudah muncul sejak pemerintah kolonial Belanda. Saat itu, Belanda menerapkan tanam paksa kopi. Masyarakat menemukan biji kopi yang masih utuh dalam kotoran luwak. Biji tersebut diolah dan ternyata nikmat untuk diminum.

Kelezatan kopi ini tersiar oleh pemerintah Belanda. Lantas mereka mengumpulkan dan menjual kopi ini dengan harga yang sangat mahal.

 

2. Memiliki Perbedaan Rasa Dengan Kopi Biasa

Kopi ini memiliki rasa fruity akibat fermentasi alami di perut luwak. Selain itu, rasanya puntidak pahit, clean, halus, dan ada sedikit asam buah. Meski keluar dari bersama kotoran, tidak perlu khawatir karena tidak ada jejak bau kotoran hewan atau bau tidak sedap lainnya. Kopi harus dibersihkan hingga 5-7 kali.

 

3. Biaya Pemeliharaan Luwak

Mulanya, kopi ini berasal dari luwak liar yang mencari biji kopi sendiri. Mereka memiliki kemampuan untuk mencari biji kopi yang berkualitas, yaitu biji kopi yang sudah matang. 

Luwak adalah binatang penyendiri. Mereka bersembunyi atau lari jika ada manusia atau hewan lain, sehingga sulit ditemukan. Itu sebabnya biji kopinya menjadi langka. Maka dari itu, banyak petani yang memutuskan untuk menangkar luwak. 

Biaya pemeliharan luwak ini cukup mahal, yaitu Rp1,7 juta per ekor per bulan. Setiap musang harus terpenuhi nutrisinya yaitu memakan madu, susu, ikan, ayam, dan buah-buahan. Selain itu, setiap musang harus diberi camilan biji kopi di malam hari.

 

4. Biji Kopi Hasil Luwak Liar Dan Penangkaran Berbeda Rasa

Luwak liar menghasilkan biji berwarna coklat muda kekuningan. Jika sudah diseduh, body-nya terasa lebih tebal dan lebih halus daripada luwak penangkaran. Luwak penangkaran menghasilkan biji berwarna coklat muda yang pucat.

Hal ini terjadi karena perbedaan pola makan. Luwak liar menjadikan biji kopi sebagai camilan, sedangkan biji kopi menjadi makanan utama luwak penangkaran. Selain itu, luwak liar mampu mencari buah kopi yang matang, sedangkan luwak penangkaran hanya makan buah kopi yang diberi oleh peternak.

 

5. Minuman Termahal Di Dunia

Sudah bukan hal asing lagi bahwa kopi ini merupakan kopi termahal di dunia. Bahkan, fakta ini sudah dicatat di Guiness Book of Record. Harganya bisa mencapai Rp10 juta per kilogram di Inggris. Di kedai kopi di kota-kota besar di Indonesia, harga kopi ini bisa mencapai Rp100 ribu per cangkir. Sedangkan di Amerika Serikat, harga secangkir kopi ini bisa mencapai Rp760 ribu!

 

6. Tidak Hanya Sekadar Enak, Tetapi Bermanfaat

Kopi ini berkhasiat dapat mencegah diabetes, kanker payudara, dan penyakit batu empedu. Bahkan dapat meningkatkan stamina, melindungi kulit, gigi, dan mulut.

 

7. Tidak Perlu Memelihara Musang

Seorang peneliti dari Departemen Teknologi Industri Pertanian di Institut Pertanian Bogor, Erliza Noor, menemukan cara membuat kopi tanpa melibatkan musang. Ia menggunakan bakteri yang berperan dalam produksi biji kopi yang ada di pencernaan luwak tersebut.

Sekarang, pengusaha kopi dapat mengemat ongkos produksi karena tidak perlu memelihara luwak. Harga kopi pun bisa 50% lebih murah dari harga rata-rata yaitu Rp1 juta per kilogram.

 

Kopi luwak yang berkualitas tentunya sudah melalui tahapan proses yang dijaga, dari pemberian buah kopi yang segar, ranum, dan masak pada luwak hingga proses sangrai biji kopinya. Jika kesempurnaan proses sudah dijalani, Anda tinggal menuai hasilnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here