Bisnis jualan helm adalah salah satu usaha dengan potensi besar yang dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Padahal, jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia makin banyak dari tahun ke tahun. Di sepanjang tahun 2019 saja, ada lebih dari 6,4 juta sepeda motor baru yang terjual melalui dealer-dealer resmi.

Besarnya angka pengguna sepeda motor di tanah air membuat pasar jual beli helm kian ramai. Anton, seorang penjual helm di Yogyakarta, mampu meraih omzet hingga 45 juta per bulan dari bisnis ini. Dengan rerata omzet per hari mencapai 3 juta rupiah, ia mampu mempekerjakan 6 orang karyawan untuk mengelola tokonya.

Contoh sukses penjual helm lainnya ada pada diri Samsul Hadi Susanto, seorang warga asal Lamongan yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Sejak memulai usahanya pada tahun 2018 silam, ia mampu menciptakan lapangan kerja bagi para penduduk di desanya dan meraup omzet hingga setengah miliar setiap bulan!

Kunci kesuksesan Samsul ada pada keberaniannya untuk memproduksi helm sendiri. Hingga saat ini, sudah ada 12 produk helm bernuansa retro berkarakter yang dijual dengan kisaran 30 sampai 125 ribu rupiah.

Kiat Memulai Bisnis Helm dari Awal


Apabila Anda tertarik menggeluti bisnis yang satu ini, ada beberapa poin yang harus diperhatikan saat memulainya. Berikut adalah poin-poin tersebut:

1. Memulai dengan Sederhana

Untuk berbisnis helm, ada dua cara yang bisa Anda tempuh; menjual ulang barang grosir atau memproduksi barang sendiri. Jika modal awal Anda dalam bisnis ini cukup tipis, sebaiknya pilihlah opsi yang pertama.

Carilah helm langsung dari pabrik atau produsennya. Jangan membelinya dari tangan kedua karena margin keuntungan yang Anda peroleh akan terasa terlalu sedikit. Selain itu, pastikan Anda mendapat harga grosir terbaik dengan melakukan perbandingan harga jual melalui internet atau survei ke toko-toko lainnya. Selain untuk mencari harga termurah, cara ini juga bisa membantu Anda memperkirakan harga jual dan menghitung omzet harian/bulanan.

2. Mencari Lokasi Jualan

Lokasi jualan berperan vital dalam menentukan keberlangsungan bisnis Anda dalam jangka panjang. Dalam usaha penjualan helm, Anda tetap harus mengandalkan strategi berjualan konvensional; yaitu menggelar lapak atau membuka toko fisik. Pasalnya, konsumen masih lebih senang membeli helm secara langsung alih-alih memesan atau membelinya secara daring.

Sebagai saran, sebaiknya pilih area yang memang dikenal sebagai sentra penjualan helm di kota Anda. Di setiap kota biasanya ada daerah yang dikenal sebagai pusat-pusat jualan barang tertentu. Manfaatkan area tersebut untuk membuka bisnis supaya Anda tidak perlu repot mencari pelanggan.

3. Memutar Profit untuk Menambah Modal

Meski margin profit yang didapat cukup besar, Anda harus bisa memutarnya demi menambah pundi-pundi modal dan melakukan ekspansi produk. Anda dapat memakai profit tersebut untuk membeli varian helm baru atau merek helm yang belum tersedia di toko.

Selain untuk pembelian produk, profit juga bisa dialokasikan untuk biaya operasional lainnya. Misalnya, pindah ke area yang lebih ramai atau menambah pernak-pernik toko supaya lebih menarik hati pelanggan.

Tips Sukses Jualan Helm


Sama seperti bisnis lain, jualan helm juga mengharuskan Anda bersaing dengan para kompetitor usaha sejenis. Untuk memperoleh kesuksesan di industri tersebut, ikutilah beberapa tips di bawah ini:

Menjual Aksesori

Untuk menambah profit Anda juga dapat menjual berbagai aksesori pemotor di toko atau lapak Anda. Beberapa aksesori yang umum dijual di toko helm adalah masker, sarung tangan, kacamata, pembersih helm, lap, dan stiker. Anda tentu bisa menambahkan aksesori lainnya yang banyak dicari oleh pembeli.

Jika bisa, Anda pun dapat menawarkan jasa pencucian atau perbaikan helm kepada para pembeli. Jadikan toko Anda sebagai one stop solution untuk hal-hal yang berkaitan dengan helm. Cara ini dijamin ampuh membawa pelanggan.

Memperbanyak Variasi Produk

Variasi produk adalah kunci untuk menarik hati pengunjung. Hal ini penting, terutama saat Anda berjualan di sentra jual beli helm yang dipenuhi banyak kompetitor. Ragam model dan warna produk bisa menjadi faktor pembeda yang membuat pelanggan mau melakukan transaksi.

Untuk menjalankan bisnis jual beli helm, pastikan Anda memiliki semua varian helm berikut:

  • Helm full face atau helm yang menutupi seluruh wajah
  • Helm standar separuh wajah
  • Helm model retro atau helm bogo yang sesuai standar SNI
  • Helm berkarakter untuk anak-anak yang sesuai standar SNI
  • Helm berpelindung ganda (helm untuk motor thrill atau aktivitas outdoor)
  • Helm orisinal dari merek terkenal, seperti KYT atau INK

Selain helm kendaraan bermotor, Anda juga bisa menjual helm sepeda. Mengingat angka pengguna sepeda yang melejit saat ini, tidak ada salahnya untuk memanfaatkan tren tersebut.

Merebut Perhatian Pelanggan dan Memasarkan Produk

Ada banyak cara untuk merebut perhatian pelanggan; Anda bisa membuat papan neon untuk toko, memasang spanduk, atau memberi slogan-slogan tertentu, seperti menjamin bahwa helm yang dijual semuanya sesuai dengan standar SNI dan memberikan garansi terbatas.

Baca juga: Pentingnya Memasang Logo SNI Pada Produk Anda

Manfaatkan juga media sosial dan situs toko jual beli online. Sekalipun kebanyakan orang lebih senang membeli helm secara luring, bukan berarti Anda harus mengabaikan penjualan melalui dunia maya. Toh, prospek penjualan produk lewat internet akan makin meningkat dari waktu ke waktu.

Menetapkan Tujuan Jangka Panjang

Bisnis akan terasa lebih terarah jika Anda memiliki tujuan atau rencana jangka panjang. Rencana tersebut bisa berupa perluasan toko, penambahan produk, atau bahkan perubahan model bisnis. Misalnya, dalam waktu lima tahun Anda berencana untuk mulai memproduksi helm sendiri atau menjadi distributor resmi dari helm-helm merek premium.

Tetapkanlah tujuan jangka panjang sejak hari pertama Anda membuka bisnis. Pastikan apa pun yang Anda lakukan dalam bisnis tersebut dapat mendekatkan Anda ke tujuan jangka panjang yang diimpikan. Dengan demikian, Anda akan tetap termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Mendirikan Badan Usaha

Jika Anda berencana memproduksi helm sendiri atau ingin melakukan ekspansi jangka panjang dalam bisnis yang digeluti, mendirikan badan usaha menjadi hal yang wajib dilakukan. Selain memengaruhi reputasi toko dan meningkatkan kepercayaan pelanggan, badan usaha juga akan memudahkan Anda menjalin kerja sama dengan produsen helm atau merek tertentu.

Di tengah pandemi dan krisis seperti saat ini, badan usaha pun biasanya mendapatkan suntikan modal dari pemerintah. Bantuan ini tentu sulit didapatkan apabila Anda beroperasi secara independen tanpa bernaung di bawah sebuah badan usaha.

Penutup

Bisnis jualan helm memang bisa menghasilkan omset hingga ratusan juta. Namun, sebelum sampai ke sana, tentu ada serangkaian usaha yang perlu Anda tekuni dalam jangka panjang. 

Sama seperti bisnis lain, kunci kesuksesan bisnis pelindung kepala ada pada pengelolaannya. Selama Anda memiliki target yang jelas dan mau berusaha mencapai target tersebut, bukan tidak mungkin pundi-pundi rupiah dalam jumlah besar akan segera datang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here