Jualan ikan hias sedang naik daun di masa pandemi ini. Orang lebih banyak berada di rumah sehingga memiliki waktu lebih mengembangkan hobi, salah satunya memelihara ikan hias. Meski terlihat sepele, banyak yang menyukai hobi ini karena ikan hias memiliki daya tarik khusus dari warna dan bentuknya. Mengamati perilaku ikan dalam kolam juga bisa menjadi terapi penghilang stres. Tidak heran banyak yang rela merogoh kocek dalam-dalam demi memuaskan hobi ini.

Fakta di atas tentu tak boleh Anda lewatkan jika ingin merintis sebuah usaha. Menjual ikan hias bisa menjadi salah satu ide jitu. Kabarnya, untung yang didapat bisa lebih dari 30 juta per bulan lho! Belum berpengalaman dan bingung harus mulai dari mana? Tenang saja, berikut kami sajikan serba-serbi memulai usaha ikan hias untuk Anda. 

Mengapa Berbisnis Ikan Hias?


Ikan hias banyak dicari sebagai hewan peliharaan karena perawatannya cukup mudah dan murah. Tidak perlu keahlian khusus serta tidak memakan banyak tempat. Peminatnya juga terdiri dari semua kalangan mulai dari usia muda hingga tua, kalangan ekonomi menengah maupun atas. Oleh karena itu, pangsa pasar ikan hias di Indonesia masih cukup banyak

Sebagai pengusaha, Anda juga tidak perlu mengeluarkan modal cukup besar saat hendak memulai berjualan. Potensi kerugian juga cukup kecil jika bisa memelihara ikan dengan tekun dan teliti. Selain itu, pasokan bibit ikan serta makanan mudah didapat.

Mengenal Jenis Ikan Hias


Secara umum, ada dua jenis ikan hias yang bisa dijual yaitu ikan hias air tawar dan air laut. Ikan hias air tawar seperti cupang, guppy, dan koi harganya cenderung lebih murah dibanding ikan hias air laut—mulai dari ribuan hingga ratusan ribu rupiah. Ikan pun lebih mudah didapat dan dipelihara meskipun ada yang harganya jutaan seperti ikan arwana.

Sementara itu, ikan hias air laut lebih sulit didapat dan dikembangbiakkan karena habitat aslinya di laut. Harganya pun lebih mahal berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Untuk pemula, Anda sebaiknya fokus pada satu jenis ikan. Tentukan kelas pasar mana yang hendak dituju, apakah kalangan bawah atau kalangan atas. Sesuaikan dengan modal dan kemampuan yang dimiliki. Pelajari juga mengenai cara memilih bibit yang baik serta aturan pemeliharaan (pemberian pakan, kebersihan kolam, tambahan vitamin, dll).

Cara Memulai Usaha Ikan Hias


Jika belum memiliki bayangan harus menyiapkan apa untuk jualan ikan hias, coba ikuti langkah-langkah berikut.

1. Menentukan Lokasi Jualan

Jika sudah memiliki lahan sendiri, Anda bisa lebih menghemat pengeluaran. Namun, jika belum, Anda bisa menyewa lahan dan memilih lokasi strategis tempat banyak orang lewat seperti di kawasan pertokoan, perumahan, ataupun pusat kota. 

Sesuaikan pemilihan lahan dengan budget yang dimiliki untuk sewa. Amati pula apakah ada pesaing bisnis serupa di sekitar lokasi. Setelah mendapat tempat yang cocok, tatalah sedemikian rupa agar menarik pengunjung datang. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan toko.

2. Membeli Peralatan Pemeliharaan

Untuk awal memulai usaha, tidak perlu memiliki banyak peralatan. Cukup peralatan dasar yang menunjang lingkungan hidup ikan, seperti kolam pemeliharaan, akuarium, jaring, selang, penyaring kotoran, tabung oksigen, pompa air, terpal, timba, dan beberapa aksesori akuarium. Perhatikan pula kualitas alat karena bisa berpengaruh pada keberlangsungan hidup ikan. Untuk perhitungan modal yang dibutuhkan akan dibahas lebih detail di bawah. Lanjut baca sampai habis, ya!

3. Mencari Bibit Terbaik

Pertama sekali, tentukan akan fokus ke jenis ikan apa. Sesuaikan dengan target konsumen yang dipilih. Kemudian, carilah informasi mengenai tempat membeli bibit terbaik di sekitar Anda.  Ada baiknya juga jika Anda bertanya dan mempelajari tentang teknik perjodohan ikan hias agar dapat mengembangbiakkannya sendiri. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa menjual kembali ikan hias dengan harga puluhan kali lipat dari modal yang dikeluarkan!

4. Promosikan Usaha Anda

Nah, yang satu ini sering terlupakan tetapi tidak kalah penting. Bulan-bulan awal biasanya modal akan banyak tersedot untuk promosi. Tak masalah asalkan selanjutnya Anda bisa dapat banyak pelanggan dan meraih omzet jutaan. 

Pasang banner dan spanduk di sekitar toko yang memberitahukan keberadaan jualan Anda. Carilah acara-acara komunitas ikan hias dan promosikan diri di sana atau Anda cukup berpromosi di media sosial atau blog. Jangan lupa cantumkan kontak yang bisa dihubungi. Peluang jualan online juga bisa dilirik meski harus diperhatikan cara pengiriman ikan agar tidak mati di jalan.

Perhitungan Modal dan Omzet Jualan Ikan Hias


Belum punya modal besar untuk membuka usaha ikan hias? Tak perlu risau, kami berikan perhitungan dengan modal pas-pasan untuk Anda seperti berikut:

  • Kolam pemeliharaan Rp3.000.000
  • Akuarium Rp2.000.000
  • Tabung oksigen Rp1.000.000
  • Pompa air Rp500.000
  • Peralatan lainnya Rp500.000
  • Sewa tempat per tahun Rp5.000.000

Total untuk modal awal dari perhitungan di atas adalah kisaran 12 juta rupiah. Untuk biaya operasional per bulan kira-kira menghabiskan satu hingga dua juta rupiah per bulan. Jika di bulan-bulan awal pendapatan sekitar tiga hingga empat juta rupiah, keuntungan bersih bisa mencapai dua jutaan rupiah. 

Makin gencar promosi, jualan Anda akan makin laku di bulan-bulan berikutnya. Jika bisa konsisten dan tekun, Anda bisa balik modal dalam kurun waktu sekitar enam bulan. Jika toko Anda sudah terkenal dan semua orang mencarinya, bukan tidak mungkin omzet mencapai puluhan juta rupiah. Terlebih lagi, jika kualitas jualan Anda terkenal bagus di mata pelanggan.

Tips Bertahan di Tengah Persaingan Bisnis


Tak dapat dimungkiri, persaingan bisnis kini makin ketat. Perlu adanya strategi dan inovasi untuk terus bertahan dan memperbesar keuntungan. Setelah berhasil melewati fase awal merintis bisnis, mempertahankannya juga butuh kerja keras. Berikut beberapa tips yang bisa dipersiapkan:

Ikuti Perkembangan Tren Ikan Hias

Berhubung usaha ini berkaitan dengan selera banyak orang, terkadang tren jenis ikan hias yang sedang digandrungi berubah cepat. Anda perlu terus mengikuti perkembangan beritanya agar tidak ketinggalan kereta. Di satu waktu, ada ikan hias yang sedang naik daun sehingga harganya meningkat tajam. Namun, di waktu lain, harganya akan turun karena orang mulai bosan dan beralih ke jenis lain. Jangan sampai kehilangan momen hanya karena tidak mengikuti perkembangan.

Berikan Pelayanan Terbaik

Pelanggan lebih menyukai penjual yang ramah dengan pelayanan memuaskan. Dengarkan dengan sabar keinginan maupun komplain mereka. Jadilah pemberi solusi yang baik dan dijamin mereka akan kembali lagi ke toko Anda. Jika memiliki bagian penjualan online, pastikan barang sampai di rumah pelanggan dengan selamat.

Baca juga: Tips Ampuh Cara Menangani Pelanggan Yang Marah

Lakukan Diversifikasi Usaha

Saat keuntungan mulai terkumpul, putarlah kembali uang yang dimiliki menjadi modal baru. Lihatlah peluang untuk tidak hanya berjualan ikan, tetapi sediakan juga barang pendamping lain. Biasanya orang akan mencari pakan, akuarium, aksesori, bahkan vitamin bagi ikan hias. Hal ini tentu tak boleh disia-siakan.

Nah, itulah tadi cara memulai jualan ikan hias yang bisa diikuti. Tunggu apa lagi? Mulai segera untuk meraih untung berlipat ganda!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here