Kerajinan dari tanah liat tidak pernah ada matinya kendati popularitasnya sempat menurun seiring dengan melesatnya modernitas. Namun kini, penikmat kerajinan yang memberi kesan tradisional, natural, dan menenangkan tersebut kembali meningkat. Variasi barang hasil keterampilan khusus ini pun kian banyak baik untuk keperluan estetika, fungsionalitas, maupun kombinasi keduanya. 

Modal Tanah Liat, Ekspor ke Luar Negeri!

Kayanya alam nusantara memberi banyak kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh nilai ekonomis guna mensejahterakan hidupnya. Salah satunya adalah tanah liat, yakni jenis tanah yang berasal dari pelapukan kerak bumi dan memiliki kandungan utama berupa silikon, oksigen, dan aluminium.

Citra tanah liat sepintas memang tidak semahal kekayaan alam yang lebih identik seperti tambang nikel, emas, batu bara, dan sebagainya. Kendati begitu, tanah liat nyatanya juga dapat memberi keuntungan finansial yang tak kalah menarik bagi mereka yang jeli dan terampil dalam memanfaatkannya.

Masyarakat di Kecamatan Plered dan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta menembus pasar ekspor, adalah contohnya. Kondisi alam dan letak geografis yang menyebabkan wilayah tersebut memiliki banyak tanah liat berkualitas baik. Masyarakat setempat pun mengolah tanah liat tersebut menjadi genteng, keramik, tembikar, pot, dan berbagai kerajinan lain yang mempunyai nilai ekonomis.

Sebaran pasar kriya tanah liat Plered dan Tegalwaru tidak tanggung-tanggung. Selain lokal, pemasaran juga mencapai skala mancanegara. Seperti contoh adalah ribuan pot bunga yang dipesan secara spesifik dari Korea dengan motif dan pola tertentu. Bahkan saking besarnya jumlah pesanan yang diminta, pengrajin hanya mampu memenuhi sekitar seperempat dari total yang diharapkan. 

Selain itu, ekspor kerajinan tanah liat nusantara lain juga tak kalah saing. Ekspor gerabah dan keramik hias Indonesia pada tahun 2018 misalnya, mencapai 25,4 juta dolar AS. Adapun beberapa negara tujuan utama expor karya tersebut adalah Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Perancis, dan Britania Raya.

Bentuk-Bentuk Kerajinan Tanah Liat

Ada banyak kerajinan yang dapat dibuat dari tanah liat. Sebagian di antaranya merupakan kriya seni dengan tujuan utama untuk keperluan estetika, sedangkan sebagian lainnya bertujuan untuk keperluan fungsional. Pengrajin pun bebas menentukan mana yang akan dipilih sesuai dengan keterampilan dan nilai ekonomis yang dihasilkan.

Seperti contoh, berikut adalah beberapa bentuk kriya tanah liat yang cukup banyak beredar di pasar.

Kendi

Kendi

Kendi dari tanah liat banyak dicari terutama oleh mereka yang benar-benar menyukai kesan vintage. Kerajinan sebagai wadah air ini bahkan tidak jarang hanya difungsikan sebagai dekorasi atau koleksi saking apiknya. 

Di samping keindahannya, kendi tanah liat juga mempunyai manfaat tersendiri. Kendi mampu membantu mendinginkan air yang ada di dalamnya secara alami dengan prinsip kerja vaporasi dan mencegah sengatan matahari secara langsung. Maka dari itu, tidak heran jika banyak testimoni yang mengatakan bahwa air dari kendi terasa segar saat dikonsumsi.

Kandungan alkalin pada tanah liat juga dapat berpindah ke air sehingga menciptakan kadar pH air yang seimbang. Keluhan asam lambung dan maag pun dapat diminimalisasi dengan cara ini. Tak lupa, air yang tersimpan di dalam kendi dapat pula menyeimbangkan testosteron serta meningkatkan metabolisme tubuh.

Alat Masak, Makan, dan Minum

Alat masak, makan dan minum

Alat masak dari tanah liat dapat mengunci uap masakan sehingga aroma sajian akan lebih kuat dan terjaga. Selain itu, bahan tanah liat juga mampu mengunci nutrisi dalam makanan secara lebih baik karena pemasakan dilakukan secara perlahan-lahan. 

Jenis piranti masak tanah liat beragam, mulai dari yang berfungsi untuk merebus, menggoreng, membakar, hingga slow cook. Saat memakai peralatan tersebut, pengguna akan membutuhkan minyak yang lebih sedikit. Plus, makanan juga dapat langsung disajikan tanpa harus mengganti wadah.

Kerajinan serupa lainnya adalah alat makan dan masak seperti piring, mangkok, sendok, garpu, dan gelas. Umumnya alat-alat ini banyak tersedia di rumah makan bergaya nusantara, tetapi tidak jarang pula pengguna rumahan yang memakainya.

Celengan

Celengan

Tempat menyimpan uang dari tanah liat sama sekali bukan barang baru. Kerajinan ini umumnya diberikan sebagai hadiah untuk anak-anak sekaligus pemicu bagi si kecil untuk mulai menabung.

Bentuk celengan tanah liat pun unik dan menarik perhatian anak-anak, seperti bentuk hewan, tokoh kartun, dan lain-lain. Warnanya pun dibuat meriah dengan sentuhan detail yang bisa dibuat dari cat lukis.

Selain tiga karya di atas, beberapa contoh lain kerajinan dari tanah liat yang umum ditemui seperti patung, ukiran timbul, vas bunga, pot bunga, miniatur, gentong, dan lain-lain.  

Peluang Usaha Kerajinan Tanah Liat

Peluang usaha hasil keterampilan tanah liat terbuka luas. Untuk memulainya pun tidak harus dimulai dari skala besar seperti yang dilakukan oleh Redza Dwi Putra.

Pengusaha asal Karawang tersebut membuat usaha suvenir dari tanah liat berupa patung karakter. Ide tersebut muncul saat dirinya menghadiri sebuah acara wisuda. Melihat bahwa suvenir tanah liat bisa menjadi hadiah yang unik sekaligus menguntungkan secara bisnis, dia pun mulai menjalankan usahanya meski awalnya hanya sebatas iseng-iseng.

Dua tahun kemudian, Redza berhasil mengantongi omzet 2 sampai 3 juta per bulan dengan total suvenir dalam sebulan yang dapat dihasilkan sebanyak 15 buah. Usahanya yang bernama Ngliatcreative pun membuka jasa kustomisasi untuk menjangkau pasar lebih luas.

Kisah Redza hanya contoh kecil dari luas dan cerahnya prospek usaha kerajinan tanah liat nusantara. Kunci utamanya tentu saja kejelian dalam melihat peluang dan memanfaatkannya dengan tepat. Terlebih lagi kini dengan makin meluasnya konsep rustic dan back to nature yang memanfaatkan bahan-bahan natural, peluang kerajinan tanah liat turut makin terbuka luas baik untuk pasar domestik maupun mancanegara.

Tips Menjalankan Usaha Kerajinan dari Tanah Liat

Industri yang menjalankan usaha kerajinan tanah liat tidaklah sedikit. Jika Anda berniat untuk menggeluti bisnis ini, maka perhatikan beberapa hal penting seperti berikut.

Jeli Melihat Tren dan Kebutuhan Pasar

Anda mempunyai dua pilihan untuk membuat kerajinan: menyesuaikan dengan apa yang sedang menjadi tren di masyarakat atau justru menghadirkan produk baru yang sangat berpotensi laris (biasanya muncul dari kebutuhan esensial masyarakat yang kerap terlupakan). 

Masing-masing pilihan mempunyai risikonya sendiri. Namun, Anda bisa menekan risiko tersebut dengan melakukan riset dan validasi pasar.

Menentukan Target Pasar

Siapa pasar yang akan Anda bidik? Pasar lokal dengan segmen rumahan kelas menengah? Pasar lokal dengan segmen rumahan kelas atas? Atau justru pasar internasional?

Hal ini akan memengaruhi banyak hal: standar produk, harga produk, metode pemasaran, dan lain-lain. Semakin cocok usaha yang Anda lakukan dengan karakter target pasar, semakin besar peluang sukses yang akan diperoleh.

Baca juga: 5 Tips Jitu Menentukan Target Pasar Bisnis UKM Anda

Menjaga Kualitas

Variasi bentuk kerajinan berbahan tanah liat saat ini memang cukup banyak, tetapi masih tergolong ‘itu-itu saja’. Adapun hal yang membedakan antara karya satu usaha dengan usaha lainnya adalah kerapian dan kualitas kerajinan yang dihasilkan.

Karena itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan betul dua aspek ini. Pada akhirnya, konsumen akan kembali mencari Anda karena mutu produk yang dihasilkan, bukan?

Demikianlah ulasan mengenai kerajinan dari tanah liat berikut peluang dan tips untuk menjalankan bisnisnya. Semoga membantu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here