Cara merawat tanaman hias menjadi salah satu topik paling hangat selama beberapa bulan terakhir. Terutama bagi pemilik tanaman hias bernilai tinggi seperti Monstera dan Philodendron yang sedang meroket, pengetahuan tentang perawatan makhluk hidup cantik yang satu ini penting untuk dikuasai.

Budidaya Tanaman Hias

Budidaya tanaman hias

Berkebun menjadi aktivitas rumahan yang banyak digemari sepanjang pandemi nyaris setahun ini. Kegiatan yang satu ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang mau tidak mau harus menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam rumah. Di samping mengisi waktu luang, keberadaan tanaman hidup juga mempercantik hunian baik pada area outdoor maupun indoor.

Dari sekian banyak jenis tumbuhan yang ada, salah satu yang popularitasnya sedang meningkat tajam adalah tanaman hias. Seperti namanya, tanaman hias mempunyai fungsi dekoratif sehingga menambah nilai estetika pada ruang maupun menjadi sebuah objek khusus seperti rangkaian bunga potong.

Baca juga: Tutorial Lengkap Untuk Mempersiapkan Tanaman Hidroponik

Tanaman Hias Tidak Selalu Berbunga

Kendati begitu, tanaman hias tidak hanya tanaman yang memiliki bunga. Sebuah tanaman yang tidak berbunga juga masuk ke dalam kategori tanaman hias selama memiliki nilai keindahan lebih dari bagian tubuh lainnya seperti buah, daun, batang, kulit (pada batang), warna, hingga wanginya. 

Suatu tumbuhan yang awalnya tidak termasuk dalam kelompok tanaman hias pun dapat masuk ke dalam kategori ini jika mendapat perlakuan khusus sehingga memiliki keindahan unik tersendiri. Sebagai contoh adalah tanaman yang sengaja dipangkas atau dikondisikan menjadi bentuk tertentu seperti binatang, bulat, segitiga, dan lain-lain.

Budidaya untuk Menampilkan Keindahan

Budidaya tanaman hias tidak sama dengan budidaya tanaman pertanian maupun buah baik dari segi tujuan maupun metodenya. Budidaya tanaman hias memiliki fokus untuk menampilkan keindahan sehingga kualitas penampilan dari tumbuhan tersebut menjadi unsur utamanya. 

Maka dari itu, seorang pembudidaya tanaman harus memilih tujuan dari aktivitas budidayanya terutama jika tanaman yang dimaksud mempunyai keunggulan di berbagai sisi. Sebagai permisalan adalah lavendel. Tumbuhan cantik ini mempunyai kelebihan di sisi estetika dan fungsinya (minyak lavendel diambil untuk berbagai benefit seperti aromaterapi, mengurangi beberapa risiko kesehatan, dan menyehatkan kulit dan rambut). Perawatan untuk memperoleh masing-masing tujuan pun berbeda sehingga pembudidaya perlu menentukan nilai mana dari lavendel  yang akan diambil.

Istilah untuk jenis budidaya tanaman hias pun berbeda-beda. Istilah untuk budidaya tanaman hias jenis tanaman berbunga adalah florikultur, sedangkan istilah budidaya tanaman hias yang mempunyai manfaat lebih banyak adalah holtikultur (biasanya dimanfaatkan untuk garnish pada hidangan).

Cara Merawat Tanaman Hias Agar Awet

Merawat tanaman hias

Menjaga keawetan tanaman hias adalah perkara sulit-sulit gampang. Pasalnya, setiap tanaman hias mempunyai karakter masing-masing sehingga ada beberapa perawatan khusus yang perlu dilakukan. Adapun secara umum, berikut adalah beberapa cara merawat tanaman hias agar tidak cepat layu dan mati.

1. Menyiram dengan Tepat

Kebutuhan air tiap tanaman berbeda. Namun, empat hal berikut merupakan pedoman standar untuk menjaga kualitas hidup tanaman.

  • Lakukan penyiraman di pagi atau malam hari guna mencukupi kebutuhan suplai air di tengah terik matahari.
  • Lakukan penyiraman secara merata.
  • Lakukan penyiraman secukupnya—hindari genangan air karena dapat menutup jalur oksigen dan menyiram daun terlampau basah karena dapat memicu penyakit.

2. Memberi Suplai Sinar Matahari

Berikan suplai sinar matahari yang cukup sesuai kebutuhan tanaman. Tanaman hias umumnya memerlukan 3 hingga 4 jam sinar matahari langsung setiap harinya. Namun, kelompok kaktus, pakis, dan sukulen hanya membutuhkan paparan sinar matahari langsung selama 2 jam per hari.

3. Mengontrol Suhu dan Kelembapan

Hindari memilih tanaman dengan kebutuhan suhu tertentu yang berbeda dengan lingkungan tanam (seperti contoh memilih tanaman bersuhu rendah, padahal tempat tinggal berada di lingkungan tropis). Adapun untuk kelembapan tanaman, solusinya dapat menggunakan humidifier atau membuat sumber air di sekeliling tanaman.

4. Memenuhi Nutrisi

Air dan sinar matahari langsung adalah dua hal utama dalam menjaga pertumbuhan dan keberlangsungan hidup tanaman. Selain itu, ada enam nutrisi penting yang juga harus tersedia, yakni nitrogen, fosfor, potasium, magnesium, sulfur, dan kalsium. Unsur-unsur tersebut tersedia di dalam tanah sehingga penting untuk memilih tanah berkualitas dan menggantinya secara berkala.

5. Mengantisipasi Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit adalah risiko yang sangat wajar dan lazim menyerang tanaman. Walau begitu, ada beberapa kiat untuk meminimalkan terjadinya risiko tersebut melalui beberapa cara berikut.

  • Menjaga kualitas tanah berikut nutrisinya.
  • Melakukan rotasi tanaman secara berkala.
  • Memangkas rumput liar di sekitar tanaman.
  • Menjaga kebersihan di sekeliling tanaman.

6. Memotong Bagian yang Kering dan Mati

Jangan ragu memotong bagian tanaman yang kering maupun mati agar tidak menyebar ke bagian lainnya yang masih hidup. Dengan begitu, tanaman pun akan tetap tumbuh dengan subur. 

Tanaman Hias, Bisa Dijadikan Peluang Bisnis!

Bisnis tanaman hias

Tingginya minat masyarakat dalam berkebun dan budidaya tanaman hias selama pandemi kerap menimbulkan pertanyaan baru: akankah hal ini hanya menjadi sebuah tren yang akan segera berlalu atau justru menjadi gaya hidup baru yang cukup sustainable?

Beberapa pengamat menilai bahwa demam tanaman hias tidak akan bertahan lama. Kendati begitu, hal ini tetap tidak menutup prospek cerah bisnis tanaman hias selama jeli dalam memilih dan memilah.

Bukan Berdasarkan Tren 

Kebanyakan tanaman hias yang sedang melonjak popularitasnya adalah tanaman hias daun. Beberapa di antaranya bahkan memiliki harga mencapai jutaan rupiah. Sayangnya, sebagaimana fenomena yang terjadi, apa yang mendadak ‘viral’ tidak akan berlangsung lama. Lonjakan dan tingginya permintaan tanaman hias daun pun diperkirakan tidak akan berlangsung lama.

Kendati begitu, tidak ada salahnya jika Anda ingin tetap berbisnis tanaman hias jenis ini. Kuncinya adalah menyesuaikan tren dan momentum pasar. Jika memungkinkan, Anda juga bisa membuat tren baru di pasar.

Bisnis Bunga yang Berkelanjutan

Potensi tanaman hias di luar masa pandemi pun sesungguhnya cukup menjanjikan. Banyaknya desain interior pada bermacam gaya hunian (rustic, Skandinavian, tropis, dan lain-lain) dan dukungan media sosial yang kian mengedepankan estetika natural mendorong tumbuhnya permintaan pasar terhadap tanaman hias terutama untuk keperluan dalam ruangan.

Di samping itu, peminat bunga potong juga makin berkembang. Permintaan buket bunga segar dan kelas merangkai bunga terus meningkat. Jasa sewa tanaman hias seperti acara pernikahan atau lamaran pun menjadi peluang bisnis lainnya yang memiliki kurva tren positif. 

Anda bisa menjadi pembudidaya beberapa tanaman hias yang paling mudah laku dan tak lekang oleh waktu seperti bunga mawar, bunga anggrek, bunga matahari, bahkan bunga kamboja sekalipun (terutama untuk daerah yang kerap melakukan upacara adat). Jika menunggu hasil panen bunga terlalu lama dan membutuhkan modal terlalu besar, Anda dapat menjual bibitnya saja. Selain itu, usaha tanaman bonsai yang banyak diminati oleh masyarakat kalangan atas juga bisa menjadi alternatif lainnya.Cara merawat tanaman hias merupakan ilmu dasar wajib bagi setiap penjual maupun penghobi komoditas yang satu ini. Setiap tumbuhan mempunyai karakter masing-masing sehingga Anda pun harus memahami keunikannya. Dengan begitu, tanaman pun menjadi lebih sehat dan awet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here