Bitcoin Indodax menjadi salah satu aset digital yang ramai diperbincangkan selama beberapa waktu terakhir. Nilai aset kripto yang satu ini bahkan terus mengalami kenaikan dan disebut-sebut tidak akan terdegradasi. Bitcoin pun digadang-gadang sebagai investasi yang wajib dimiliki milenial dan mendapat julukan emas 2.0.

Bitcoin

Investasi menjadi topik perbincangan hangat di kelompok milenial terutama dalam tiga tahun terakhir. Reksadana, saham, dan emas merupakan instrumen yang paling gencar dipromosikan. Tiga produk tersebut sebenarnya merupakan produk konvensional, tetapi dengan kehadiran platform investasi digital yang cocok dengan karakter pasar saat ini, ketiganya makin booming.

Baca juga: Tidak Sulit, Ini Cara Investasi Saham untuk Hasilkan Cuan

Adapun salah satu jenis investasi baru yang sepenuhnya berbentuk digital adalah bitcoin. Bitcoin merupakan mata uang digital (atau juga disebut mata uang virtual maupun aset kripto) yang diciptakan pada tahun 2009 lalu oleh seseorang atau sekelompok dengan nama alias Satoshi Nakamoto (hingga saat ini belum diketahui secara pasti siapa orang atau kelompok di balik nama samaran ini). Fungsi bitcoin tidak lain adalah sebagai mata uang elektronik yang digunakan dalam transaksi online tanpa menggunakan bank sebagai jasa perantara.

Sejarah Bitcoin

Bitcoin

Beberapa sumber menyebut bahwa Satoshi Nakamoto telah mengerjakan protek Bitcoin sejak tahun 2007. Pada 2008, Satoshi Nakamoto mempublikasikan laporan penelitian bertajuk The Cryptography Mailing List di metzdowd.com yang berisi deskripsi Bitcoin sebagai mata uang digital. Adapun di tahun tersebut, krisis finansial masih berlangsung. Beberapa pihak berspekulasi bahwa kehadiran Bitcoin merupakan bentuk reaksi kemarahan dan kekecewaan terhadap sistem keuangan kala itu.

Bitcoin mulai dikenal publik dan banyak mendapat atensi pada sekitar tahun 2013, yakni saat terjadi inflasi mata uang besar-besaran. Cryptocurrency sempat mengalami lonjakan nilai dari sekitar $100 per koin menjadi $1.000 per koin hanya dalam waktu satu bulan saja. Namun, tiga sampai empat bulan berikutnya, nilai tersebut berkurang hingga separuhnya. Bitcoin pun tidak lagi menyentuh $1.000 per koinnya sampai 2017.

Dalam kurun waktu sekitar empat tahun tersebut, Bitcoin hanya bertahan di kisaran $400 per koin (selalu berada di rentang $250 hingga $650). Tidak tanggung-tanggung, Bitcoin bahkan mendapat reputasi sebagai aset digital dengan minim proteksi keuangan bagi para penggunanya setelah peristiwa jatuhnya Mt Gox.

Namun pada 2017, Bitcoin kembali meroket dan mencapai puncak kejayaannya. Nilai cryptocurrency bahkan menembus hingga hampir mencapai $20.000 per koin dari $1.000 hanya dalam hitungan bulan. Fenomena bubble terjadi sesaat sebelum Natal sampai akhirnya Bitcoin mengalami penurunan menjadi $10.000 per koin pada akhir Januari 2018.

Cara Kerja Bitcoin

Ketersediaan Bitcoin sangat terbatas—hanya ada 21 juta koin. Jika seluruh Bitcoin telah diproduksi, maka tidak akan ada lagi Bitcoin baru yang akan muncul. Hal ini mirip dengan konsep emas—karena itu sering disebut sebagai emas 2.0.

Di sisi lain, Bitcoin menggunakan jaringan yang terdesentralisasi—artinya database Bitcoin tersebar. Untuk mengakses database yang tidak terpusat di satu lokasi tersebut, maka dibutuhkan blockchain. Apabila seseorang akan mengirim Bitcoin ke orang lainnya untuk melakukan transaksi, maka pengirim perlu menulis pesan secara digital yang kurang lebih berisi, “Saya mengirim (jumlah) Bitcoin ke (penerima).” Pesan tersebut akan disebarkan (broadcast) ke seluruh komputer dalam jaringan tersebut. Seluruh komputer itu pun akan menyimpan pesan tersebut ke dalam database atau ledger.

Sebelum bertransaksi dengan Bitcoin, pengguna harus lebih dulu membuat wallet. Pengguna akan mendapat public key dan private key (seperti username dan password). Public key adalah identitas yang perlu diketahui orang lain sehingga dapat mengirim uang ke wallet tujuan.

Bitcoin pun dapat diuangkan—termasuk ke dalam bentuk rupiah. Maka dari itu, banyak orang yang mulai mengumpulkan Bitcoin dan menjadikanya sebagai salah satu bentuk investasi.

Indodax

Indodax

Indodax merupakan marketplace untuk transaksi (jual dan beli) Bitcoin di Indonesia berbasis mata uang rupiah. Pengguna juga dapat menukarkan Bitcoin Indodax miliknya ke dalam berbagai aset kripto lainnya seperti Litecoin, Dongecoin, DASH, Rippler, dan lain-lain. Asyiknya, penukaran ini dapat dilakukan tanpa adanya potongan biaya alias gratis.

Menggunakan Indodax

Cara menggunakan Indodax tidaklah sulit. User interface platform ini juga cukup friendly sehingga memudahkan pengguna baru sekalipun. Namun untuk dapat mengoperasikannya, pengguna harus terlebih dahulu melakukan registrasi. Berikut adalah langkah-langkahnya.

  1. Akses www.indodax.com di laptop, komputer, atau smartphone.
  2. Pilih Register Akun.
  3. Isi data yang dibutuhkan pada kolom yang tersedia.
  4. Baca syarat dan ketentuan.
  5. Klik Setuju, lanjutkan dengan Daftar.
  6. Verifikasi akun melalui email maupun nomor telepon yang sudah didaftarkan.
  7. Verifkasi akun lanjutan dengan menyertakan foto KTP dan foto diri.
  8. Selesai.

Tim Indodax akan melakukan verifikasi akun maksimal 1×24 jam. Setelah memiliki akun, pengguna dapat langsung menikmati fasilitas Indodax. Platform ini menyediakan informasi 45 digital aset beserta harga terakhirnya. 

Untuk memulai trading, pengguna harus melakukan pengisian saldo terlebih dahulu. Pengguna cukup mengisi jumlah (nominal) yang akan didepositkan dengan menyertakan informasi sumber dana, cara transfer, dan nomor rekening pada kolom yang tersedia. Jika ingin menarik saldo, pengguna hanya perlu mengakses menu Tarik Rupiah dan mengisi jumlah dana yang akan ditarik. Mudah, bukan?

3 Tips Melakukan Investasi Bitcoin di Indodax

Berinvestasi Bitcoin di Indodax tidak jauh berbeda dengan berinvestasi instrumen lainnya di beberapa platform yang tersedia. Untuk menghasilkan cuan, Anda hanya perlu menjaga pertambahan nilai dari selisih harga beli. Konsep ini tidak jauh berbeda dengan konsep capital gain pada investasi saham. Untuk lebih lengkapnya, simak ilustrasi berikut.

Sepert contoh, Anda membeli Bitcoin dengan modal 10 juta rupiah saat harga per koin Bitcoin adalah 40 juta rupiah. Artinya, Anda memiliki sebanyak 0,25 Bitcoin. Seiring waktu, harga Bitcoin kini menyentuh angka 117 juta rupiah per koinnya. Artinya, kini kekayaan Anda adalah senilai 0,25 x 117 juta rupiah = 29,95 juta rupiah. Dengan demikian, Anda telah mengantongi keuntungan sebesar 19,25 juta rupiah dari modal awal.

Nah, untuk menghasilkan kondisi tersebut, Anda memerlukan beberapa strategi khusus seperti berikut.

1. Harus Selalu Untung Meski Sedikit

Perdagangan Bitcoin cenderung gampang saat kondisi pasar positif sebab Anda hanya perlu membeli saat harga murah dan menjualnya saat harga mencapai sedikit lebih tinggi daripada beli. Anda dapat memperoleh keuntungan ini sampai kemudian pasar mengalami titik saturasi alias jenuh.

2. Jual Lebih Murah Ketika Tren Harga Negatif

Sebagian pelaku Bitcoin masih takut untuk melakukan hal ini. Padahal, menjual lebih murah saat tren harga negatif justru dimaksudkan untuk meraih keuntungan. Kondisi pasar yang sedang turun perlu disiasati demi meminimalkan risiko kerugian dan tetap memperoleh profit sekecil apa pun.

3. Menjadi Follower

Pasar Indonesia selalu melihat harga luar terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda bisa memanfaatkan harga internasional di ticker, apakah sedang naik atau turun. Pasar Indonesia umumnya akan mengikuti jika selisih mencapai lebih dari 150 ribu.

Bitcon Indodax merupakan salah satu alternatif investasi dalam bentuk aset digital yang dapat Anda coba. Ketersediaan Bitcoin yang sangat terbatas seperti emas menjadi faktor utama potensi harganya yang akan terus naik. Jadi, siap untuk diversifikasi aset ke produk kripto yang satu ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here