Tidak semua orang memahami cara presentasi yang baik dan hanya melakukan sesuai dengan insting. Asal bisa bicara dan memaparkan apa yang ada di slide, proses presentasi selesai. Dia tidak memikirkan komponen lain yang juga penting seperti audiens sampai ke slide yang digunakan.

Supaya klien yang akan melakukan kerja sama dengan Anda bisa puas dengan apa yang disajikan. Sebisa mungkin untuk menghindari yang namanya kesalahan. Selain itu, perhatikan berbagai jenis teknik presentasi agar hasilnya bisa maksimal. Simak selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

Kebiasaan Buruk Dalam Presentasi

Gugup

Saat melakukan presentasi, kita kerap sekali melakukan kesalahan dan sering tidak disadari. Untuk itu, hindari kebiasaan buruk saat presentasi di bawah ini.

1. Banyak Membaca daripada Hafal

Dalam melakukan presentasi, Anda tidak disarankan untuk banyak membaca, misal dengan memperhatikan layar saja. Meski sesekali melirik untuk melihat tidak masalah, hindari untuk melakukannya terus-menerus. Kalau Anda melakukannya terus-menerus, audiens akan mengalami kebosanan.

Seharusnya Anda sudah sedikit hafal apa saja yang tertulis di dalam slide. Mengapa? Karena Anda dan tim yang membuatnya dan latihan dilakukan berkali-kali. Kalau Anda tidak berlatih sama sekali karena slide dibuat mendadak, kebiasaan membaca yang buruk ini akan terus terjadi.

2. Tidak Memahami Materi yang Akan Disampaikan

Kesalahan terbesar dan tidak boleh ada kalau melakukan presentasi adalah tidak memahami materi yang disampaikan. Mengapa? Karena apa yang nantinya diutarakan kepada audiens bisa saja berbeda, banyak yang salah, dan tidak akan komplet.

Pelajari semuanya dengan jelas dan terstruktur. Meski Anda yang membuat materi itu sendiri, tidak ada salahnya untuk memahaminya sampai ke akar. Kalau pemahaman sudah berjalan baik, slide jenis apa pun akan Anda libas dan mampu disampaikan dengan baik.

3. Terlalu Banyak Mengucapkan Hal yang Tidak Perlu

Tidak semua orang memiliki kemampuan public speaking yang baik. Itulah kenapa, dalam beberapa sesi, mereka kerap mengucapkan kata tertentu berulang-ulang. Misal kata: jadi, hmmm, itu, dan lain sebagainya. Kata yang berulang-ulang dan tidak memiliki konteks menandakan Anda tidak paham dengan topik yang sedang dibicarakan.

4. Seperti Patung

Tidak semua tempat untuk melakukan presentasi lebar dan memudahkan untuk bergerak. Namun, Anda tetap harus bergerak dari sisi ke sisi untuk memudahkan Anda dalam melakukan komunikasi.

Hindari hanya diam di satu tempat padahal tempatnya cukup luas. Kalau Anda hanya diam saja, akan terlihat kaku di mata para klien. Meski materi yang diberikan sudah maksimal, kekakuan bisa menimbulkan stigma miring.

5. Mata Tidak Memandang Audiens

Presentasi sama halnya berbicara dengan orang lain yang ada di depan Anda. Meski jumlahnya banyak, Anda harus menatap ke mata mereka satu persatu. Hal ini dilakukan untuk lebih menghormati klien yang mengikuti acara.

Hindari memandang jauh seolah-olah tidak ada orang lain di hadapan Anda. Cara ini salah kaprah dan akan membuat presentasi berjalan berantakan. Anda tidak perlu merasa takut atau ragu. Selama Anda bisa menguasai materi, tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi.

Bagaimana Melakukan Cara Presentasi yang Baik dan Benar?

Presentasi yang Baik

Setelah menghindari beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan. Sekarang saatnya Anda mempelajari presentasi yang baik, simak cara presentasi yang baik berikut:

1. Menunjukkan Antusiasme

Segala hal yang didahului dengan rasa antusias tinggi akan berjalan dengan baik. Aura yang Anda miliki akan terlihat dengan jelas apakah benar-benar sudah siap menjalankan presentasi atau malah sebaliknya. Jadi, tunjukkan Anda memang ada passion di sana sehingga audiens ikut terbawa suasana.

2. Fokus dengan Apa yang Disampaikan

Fokus hanya dengan apa yang akan disampaikan. Jangan memikirkan pekerjaan lain yang mungkin akan mendekati tenggat. Curahkan semua pikiran selama beberapa menit untuk membuat apa yang jadi inti dari presentasi bisa diterima dengan baik oleh audiens.

3. Membuat Pembukaan yang Menarik

Pembukaan yang baik akan membuat audiens jadi tertarik untuk terus mengikuti presentasi dari awal sampai akhir. Untuk itu, coba rencanakan pembukaan yang bagus, tapi tetap tidak berlebihan yang membuat audiens jadi malas untuk menyimak.

4. Relaks dalam Menyampaikan Pesan

Menghadapi orang baru bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi jumlahnya ada banyak dan hampir semuanya adalah orang yang ahli dan profesional. Namun, kalau Anda sudah terbiasa dan melakukan semua dengan relaks, siapa pun yang menerima paparan, kekakuan tidak akan terjadi.

Selama Anda relaks dalam melakukan apa pun, pesan yang akan disampaikan bisa utarakan dengan baik. Sebaliknya, kalau Anda merasa grogi, akan ada banyak hal yang lupa diucapkan, bahkan peluang melakukan kesalahan tetap saja besar.

5. Menguasai Isi dan Alat

Kuasai apa saja yang ada di dalam slide. Meski materi sudah hafal di luar kepala, selalu cek apa yang boleh dan tidak boleh disampaikan. Selain itu, selalu coba alat yang dipakai untuk presentasi. Jangan sampai bingung sendiri di tengah jalan dan terlihat tidak profesional hanya karena tidak bisa menyalakan LCD dan lainnya.

6. Membuat Slide yang Mudah Dilihat

Slide yang dibuat juga penting, tidak hanya soal isi yang akan disampaikan. Misal Anda bisa menyampaikan segala materi dengan baik. Sayangnya, akibat slide yang dibuat buruk, orang-orang jadi tidak merasa tertarik untuk terus menyimak.

Buat slide yang sederhana, tapi masih memiliki elemen keterbacaan tinggi. Orang-orang yang berada di belakang bisa membaca dengan mudah. Begitu mereka yang berada di depan tidak merasa terlalu kebesaran.

Baca juga: 10 Cara Membuat Power Point Menarik Untuk Presentasi

7. Mengenali Siapa Audiensnya

Kenali dahulu siapa orang yang akan jadi audiens. Bagaimana latar belakang pendidikannya, kiprahnya, dan hal lain yang bisa dipakai untuk presentasi. Cara presentasi dengan audiens banyak senior dan banyak junior akan berbeda dari segi bahasa sampai penyampaian materinya.

Setelah mengenali siapa saja yang menjadi audiens, Anda bisa dengan mudah menentukan arah dari presentasi. Selama materi yang dibuat sudah dipahami sampai ke akarnya, mengubah gaya bicara dan penyampaian pun bisa dilakukan secara instan.

Kalau Anda tidak mengenal siapa audiens yang akan diajak untuk berdiskusi, rasa tidak nyaman akan muncul. Kalimat seperti ini akan muncul: kira-kira mereka akan takjub dengan presentasi tidak ya? Apakah bahasa yang dipakai pantas atau tidak sopan?

Memahami cara presentasi yang baik hukumnya wajib untuk Anda yang bekerja sebagai Busdev atau sejenisnya. Berhubungan dengan banyak klien harus memiliki performa yang baik dalam presentasi. Hal ini bisa dilatih dari waktu ke waktu, tapi tidak bisa ditunda atau dihindari.

Seiring dengan berjalannya waktu Anda akan memiliki skill presentasi yang mumpuni. Namun, tren dalam dunia bisnis dan komunikasi akan selalu berubah. Untuk itu, selalu perbarui skill atau apa saja agar proses penyampaian ide bisa berjalan dan klien yang bekerja sama bisa puas dengan hasilnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here