Di tengah pandemi COVID-19 yang tak kunjung surut, bisnis bengkel sepeda justru menjelma sebagai salah satu usaha yang paling menguntungkan. Tren bersepeda yang makin digemari oleh masyarakat, terutama di area perkotaan, membuat para pelaku bisnis ini kebanjiran “pasien” setiap harinya.

Tak disangkal, setiap tahunnya selalu ada tren baru yang berkembang di Indonesia. Di tahun 2020, tren tersebut adalah sepeda. Sejak maraknya anjuran untuk tetap menjaga kebugaran untuk melawan serangan virus dan larangan memakai transportasi umum, orang-orang beralih menggunakan sepeda sebagai alternatif. 

Terbukti, hingga Juni 2020 saja, beberapa situs jual-beli daring seperti Bukalapak dan Tokopedia melaporkan peningkatan transaksi jual-beli sepeda yang cukup signifikan, bahkan hingga lebih dari 100%.

Tak hanya di Indonesia, media ternama asal Amerika Serikat, The New York Times, juga melaporkan peningkatan minat warga AS terhadap kendaraan roda dua tersebut. Selama bulan Maret 2020, peningkatan pengguna sepeda mencapai angka 500.000 orang atau lebih dari 40% daripada tahun sebelumnya.

Peluang Bisnis Bengkel Sepeda


Lahirnya sebuah tren turut melahirkan peluang bisnis yang sayang untuk dilewatkan. Dengan tingginya minat masyarakat terhadap sepeda, tidak salah jika bisnis bengkel khusus sepeda mulai dilirik oleh para pebisnis pemula.

Pasalnya, sama seperti transportasi lainnya, sepeda juga terdiri dari berbagai komponen yang harus dirawat dan diganti secara berkala. Beberapa sepeda premium bahkan memiliki suku cadang dengan harga yang menyaingi suku cadang kendaraan roda empat!

Selain pasar yang besar, ada beberapa hal yang tidak kalah menarik dari bisnis ini:

Modal Relatif Lebih Ringan

Berbeda dengan transportasi berbasis mesin, operasional bengkel untuk sepeda cenderung lebih murah dan terjangkau bagi pebisnis pemula. Peralatan yang diperlukan cukup sederhana, serta tidak memerlukan perawatan khusus. 

Biaya terbesar biasanya justru berasal dari pembelian suku cadang dan penyewaan tempat. Apabila Anda memiliki lahan atau toko sendiri, biaya sewa tentu dapat dipangkas sehingga modal yang dibutuhkan dapat ditekan menjadi lebih kecil.

Bukan Sekedar Bisnis Musiman

Berbeda dengan tren batu akik atau tanaman yang sempat booming dalam beberapa tahun terakhir, bisnis sepeda memiliki pasar yang lebih stabil dan masif. Bersepeda sudah menjadi hobi banyak orang sejak dulu, bahkan sebelum angka penjualannya melejit selama tahun 2020.

Sepeda juga digunakan oleh semua kalangan; mulai dari anak-anak, warga di daerah pinggiran, hingga para eksekutif berduit. Dengan kata lain, Anda tak perlu khawatir bisnis ini akan surut dalam beberapa tahun, sebab demografi pasarnya sangat luas dan beragam.

Sebagai tambahan, para penggemar sepeda pada umumnya sangat “loyal” terhadap kendaraannya. Selama bisa memperoleh pengalaman berkendara terbaik, mereka tidak akan segan mengeluarkan banyak biaya.

Tidak Butuh Keterampilan Khusus

Jika penanganan pada kendaraan bermotor memerlukan keterampilan khusus yang harus dipelajari selama bertahun-tahun, penanganan atau perbaikan sepeda tidak membutuhkan keterampilan khusus yang rumit.

Anda bisa mempelajarinya sendiri melalui internet atau video di Youtube. Untuk melatih keterampilan secara langsung, Anda bisa membeli sepeda bekas dengan harga sangat murah dan melakukan uji coba semaunya. Ingat, mekanisme sepeda – berapa pun harganya – pada dasarnya sama saja. 

Tentu saja, akan lebih baik jika Anda sudah memiliki pengalaman bekerja di bengkel sepeda lain sebelum membuka usaha sendiri. Namun, jika dibandingkan dengan bisnis bengkel lainnya, bisnis inilah yang paling “sederhana”.

Tips Sukses Berbisnis Bengkel Sepeda


Dengan menjamurnya pengguna sepeda saat ini, sudah tentu banyak juga orang yang tergerak untuk terjun di bisnis bengkel khusus sepeda. Supaya Anda dapat bersaing dan sukses menggeluti bisnis ini, ikutlah beberapa tips di bawah:

1. Kuasai Niche tentang Sepeda Sebanyak-Banyaknya

Para penggemar sepeda pada umumnya memiliki niche atau ketertarikan yang spesifik terhadap satu jenis sepeda, entah itu sepeda lipat, sepeda balap, sepeda gunung, dll. Sebagai pemilik bengkel, Anda wajib memahami perbedaan dan aspek-aspek penting dari tiap jenis sepeda.

Hal ini vital untuk meraih kepercayaan pelanggan. Dengan wawasan yang mumpuni, pelanggan yang datang akan makin yakin bahwa bengkel Anda adalah tempat yang kompeten untuk memperbaiki tunggangan kesayangannya.

Cara terbaik menguasai niche tentang sepeda adalah dengan merasakan sendiri asyiknya menjadi seorang pesepeda. Dari sana, Anda pun akan mendapatkan perspektif yang lebih jelas mengenai keinginan dan kebutuhan para calon pelanggan.

2. Perbanyak Variasi Suku Cadang dan Aksesori

Seiring dengan banyaknya jenis dan merek sepeda yang beredar, permintaan terhadap suku cadang dari merek atau model tertentu makin tinggi. Sebagai pemilik bengkel, Anda harus jeli menyiapkan suku cadang yang paling banyak dicari.

Merek seperti Capriolo, Police Bike, dan Element, misalnya, selama 2020 sudah menjual hampir 400.000 unit sepeda. Penjualan yang tinggi tentukan akan dibarengi permintaan yang tinggi terhadap suku cadangnya.

Aksesori juga menjadi produk yang paling banyak diburu. Perlengkapan seperti helm, kaus, lampu, dan jas hujan makin umum digunakan oleh berbagai kalangan pesepeda, termasuk pesepeda kasual. Jika ingin mendapat profit lebih, Anda wajib menambahkan aksesori ke dalam daftar barang yang dijual di bengkel.

3. Jalin Kerja Sama dengan Merek Populer

Jika memungkinkan, Anda harus selalu mencari peluang kerja sama dengan merek-merek sepeda yang populer. Kerja sama yang dimaksud dapat berupa pembelian suku cadang, penjualan unit sepeda, atau promosi.

Bengkel sepeda yang didapuk sebagai bengkel “resmi” atau bengkel khusus jenis sepeda tertentu selalu mendapat prioritas dari para penggemarnya. Sebagai contoh, Anda bisa mengajukan kerja sama dengan PT. Insera Sera selaku produsen sepeda Polygon di Indonesia. Dengan kapasitan produksi mencapai 700.000 sepeda per tahun, bisa dibayangkan potensi pelanggan dan keuntungan yang bisa Anda raih.

4. Melakukan Promosi secara Kreatif

Orang-orang pada umumnya lebih memilih untuk memperbaiki sepeda di bengkel terdekat daripada mencari bengkel yang bagus. Untuk memperluas pasar dan menambah pelanggan, Anda harus mulai melakukan promosi secara kreatif.

Sebagai contoh, buatlah akun media sosial untuk mempopulerkan usaha Anda. Jadikan platform tersebut sebagai sarana konsultasi sepeda daring secara gratis. Dari sana, Anda bisa mulai menjual suku cadang atau aksesori, serta meminta pelanggan datang langsung ke bengkel demi melakukan pemeriksaan.

Cara lain melakukan promosi adalah menjalin komunikasi dengan komunitas-komunitas pesepeda yang ada di kota Anda. Hubungan baik dengan pegiat komunitas dapat membuat bengkel Anda direkomendasikan oleh banyak orang, lho.

Penutup

Memulai bisnis berdasarkan tren adalah cara yang jitu untuk meraup keuntungan. Terlepas dari berapa lama tren tersebut bertahan, asalkan Anda tetap konsisten, usaha yang dijalankan tentu akan makin berkembang dari waktu ke waktu.

Sama seperti bisnis lain pada umumnya, membuka bengkel sepeda sendiri sejatinya memiliki tantangan dan kesulitan yang harus Anda selesaikan sendiri. Namun, berbekal kerja keras dan kemauan untuk belajar, bisnis tersebut pasti tidak butuh waktu lama. Apalagi, tren penggunaan sepeda nampaknya akan bertahan cukup lama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here