Lanyard merupakan tali pelengkap tanda pengenal. Tali ini biasanya dipakai oleh seorang karyawan saat bekerja. Meski sering ditemui dalam keseharian, tidak semua orang memahami arti penting dari sebuah lanyard dan juga mengetahui bagaimana cara membuat lanyard.

Agar lebih memahami tali lanyard secara menyeluruh, simak pembahasannya berikut ini.


Pentingnya Lanyard

Dengan perkembangan zaman sekarang ini, lanyard yang dahulunya hanya berupa tali polos kini sudah menjelma menjadi perangkat pemasaran bisnis menguntungkan, yaitu sebagai media iklan berjalan. Itulah mengapa perusahaan mulai memperhatikan pentingnya mencetak logo dan nama perusahaan di tali lanyard.

Sebenarnya bukan hanya alasan manfaat branding saja, tali lanyard berlogo juga menawarkan manfaat lainnya. Sebut saja memberikan kesan formal dan keseragaman terhadap karyawan, memberikan kemudahan dalam mengenali karyawan, dan meningkatkan sense of belonging karyawan terhadap perusahaan.

Nah, karena manfaat inilah, maka semakin banyak perusahaan yang memesan lanyard khusus untuk karyawannya. Coba bayangkan, sebuah perusahaan dengan 300 orang karyawan memesan lanyard setiap tahunnya. Jika ada lima atau sepuluh perusahaan yang menjadi konsumen tetap, maka berapa banyak pesanan lanyard. Belum lagi konsumen skala kecil, seperti komunitas, EO acara tahunan, dan lain-lain.

Oleh karenanya, sangat wajar jika banyak pelaku bisnis memberikan layanan untuk desain dan cetak tali lanyard juga. Bagaimana tertarik? 

 

Proses Awal: Desain

Tahap ini akan jadi penentu bagaimana tampilan sebuah lanyard nantinya. Oleh sebab itu, proses desain ini menjadi suatu hal penting yang harus dipikirkan secara matang. 

Perusahaan biasanya menginginkan agar lanyard dapat menampilkan ciri khas perusahaan. Hal ini dilihat dari logo, nama perusahaan, warna penunjang (sebisa mungkin menggunakan warna yang mewakili identitas perusahaan), dan materi pendukung lainnya. 

Apabila dirangkum, tahapan desain ini mencakup pengumpulan bahan desain, penggambaran sketsa desain di atas kertas, dan digitalisasi desain untuk siap cetak. Terlihat agak rumit memang, tetapi seorang ahli dalam bidang Desain Komunikasi Visual (DKV) dapat melibas proses desain ini dalam sekejap saja.

 

Proses Akhir: Cetak

Sebenarnya, ada dua metode untuk proses pencetakan lanyard, yaitu percetakan digital dan sablon. Namun, kesempatan kali ini, kita hanya akan membahas bagaimana cara membuat lanyard melalui cara percetakan digital. Mengingat cara inilah yang paling cepat dan mudah untuk dilakukan karena seluruh proses menggunakan mesin canggih. 

Mau tahu langkahnya? Pelajari prosedur berikut ini.

 

    1. Siapkan tali lanyard putih polos sebagai bahan dasar pencetakan. Alternatif lainnya adalah Anda bisa menggunakan warna lain seperti merah, oranye, kuning, hijau, atau bahkan hitam; 
    2. Cetak desain yang sudah jadi pada kertas transfer atau lebih dikenal dengan transfer paper. Pencetakan ini pun harus menggunakan tinta khusus, agar nanti warna tinta bisa berpindah dari kertas dan menyerap ke bahan tali. Tinta yang biasanya dipakai adalah tinta sublime;
    3. Gunting kertas yang sudah dicetak. Sesuaikan dengan ukuran lanyard;
    4. Letakkan hasil guntingan kertas di atas lanyard. Posisikan dengan benar agar logo tidak terbalik saat selesai dicetak;
    5. Lapisi lanyard dengan kertas sebelum proses pemindahan desain menggunakan mesin press
    6. Atur waktu dan suhu mesin press; dan 
    7. Tunggu hingga mesin berbunyi. Jika telah berbunyi, buka katup mesin dan tali lanyard sudah siap.

 

Sangat mudah dan ekonomis bukan? Anda hanya membutuhkan printer dan mesin press khusus agar bisa mencetak desain ke lanyard

 

Bagaimana Memasarkan Layanan Cetak Lanyard?

Jika keseluruhan proses di atas sudah mampu dikuasai, itu berarti Anda siap berbisnis tali pelengkap ID ini. Banyak cara bisa ditempuh untuk mulai memasarkan layanannya. 

Pertama, gunakanlah kekuatan media sosial dan marketplace. Anda bisa meng-upload layanan pembuatan lanyard ini pada Instagram, Facebook, Twitter, atau marketplace gratis yang ada. Tampilkan foto dari hasil produksi semenarik mungkin. Jangan lupa memberikan nomor narahubung agar konsumen bisa menghubungi Anda. 

Kedua, ikut dalam pameran. Banyak sekali pameran yang diadakan apalagi di kota-kota besar. Tidak ada salahnya Anda menjadi salah satu peserta dalam pameran-pameran tersebut. Maka, tidak hanya memperkenalkan produk, Anda juga menambah wawasan serta relasi.

Ketiga, memasukkan proposal penawaran ke perusahaan atau dinas-dinas pemerintahan. Mungkin cara terakhir ini terkesan kuno, tetapi masih terbukti menarik perhatian. Sekali perusahaan ataupun dinas-dinas pemerintahan itu merasakan kualitas dari hasil produksi lanyard Anda, maka mereka akan menjadi konsumen loyal loh.

 

Begitulah, proses atau cara membuat lanyard, semoga bisa segera membantu dalam mengembangkan usaha lanyard Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here