Produk lokal Indonesia mengalami kebangkitan dan terus berkembang selama beberapa tahun terakhir. Dalam bidang fashion kategori alas kaki misalnya, kini makin banyak brand sepatu lokal berkualitas yang bermunculan.

Kendati begitu, satu hal yang harus dipahami masyarakat adalah hanya karena ‘status’nya yang merupakan produk lokal bukan berarti harga yang ditawarkan haruslah murah. Pasalnya hingga kini masih banyak individu mengeluh soal harga sepatu kreasi dalam negeri yang dibanderol dengan harga tidak jauh berbeda dengan sepatu import branded

Padahal jika bicara kualitas, tidak sedikit mutu produk lokal yang mengalahkan mutu produk global yang mainstream. Lagipula sudah semestinya ada harga ada rupa, bukan?

Nah, bagi Anda yang mengedepankan kualitas dan ingin menikmati sekaligus menghargai karya anak bangsa, simak ulasan berikut. Lima referensi merek sepatu lokal ini boleh jadi masuk ke dalam wishlist Anda untuk menyempurnakan penampilan sekaligus kenyamanan saat beraktivitas.

Baca juga: Berikut Contoh-Contoh Iklan Produk Terbaik yang Pernah Ada

1. INDIVERSE


Nama INDIVERSE merupakan kepanjangan dari Indonesian Diversity. Pemilihan nama ini tak lain didasarkan pada kombinasi antara passion para founder-nya terhadap produk alas kaki yang berkualitas tinggi dan keberagaman yang ada di Indonesia.

Nyatanya, kesan filosofis tersebut tidak sekadar formalitas. INDIVERSE yang berdiri sejak tahun 2018 pun menghadirkan koleksi sepatu yang memiliki keunikan masing-masing di setiap produknya. Salah satunya adalah koleksi kedua yang bertajuk ‘Piring-Piring Padang’. Judul yang unik tersebut diambil dengan alasan bahwa Padang merupakan daerah penghasil salah satu makanan terfavorit di dunia. Pilihan warna di koleksi kedua ini pun juga merujuk pada kuliner khas di rumah makan Padang: hijau melambangkan daun singkong, cokelat melambangkan rendang, dan beige melambangkan ayam pop.

Dalam urusan kualitas pun INDIVERSE tidak main-main. Tiap pasang sepatu dibuat oleh tangan pengrajin lokal yang telah berpengalaman selama lebih dari 40 tahun. Selain itu, material bagian dalam maupun luar sepatu juga menggunakan 100 persen kulit full-grain.

2. Navara


Konsep awal produk Navara hadir sebagai kombinasi antara dua jenis sepatu yang berbeda: dress shoes dan sneakers. Dress shoes merupakan footwear yang digunakan untuk acara formal, sedangkan sneakers merupakan footwear yang digunakan untuk acara lebih santai. Dengan demikian, Navara pun bertujuan untuk menghadirkan footwear yang elegan seperti dress shoes tetapi tetap nyaman dan fleksibel seperti sneakers.

Produk yang ditawarkan Navara cukup beragam. Namun secara umum, Nava membagi produk footwear-nya ke dalam dua kategori besar: sandal dan sepatu. 

Desain sandal yang dibuat sangat cocok terutama bagi Anda yang gemar traveling atau bahkan hanya sekadar hang out menggunakan jenis velcro (hiking sandals). Pilihannya pun cukup beragam, mulai dari warna hitam polos hingga campuran yang begitu playful. Adapun desain sepatu yang dibuat tidak kalah menarik dengan mengusung konsep high dan low sneakers. 

3. Neats


Brand sepatu lokal dengan logo beruang kutub yang satu ini sempat membuat bingung banyak orang mengenai asalnya. Neats sering dikira berasal dari luar negeri karena informasi lokasi ‘Arctic, Indiana’ yang pernah dimuat pada profil resmi akun Instagram-nya. Padahal, Neats merupakan produk lokal yang berbasis di Bandung.

Kehadiran Neats di pasar footwear lokal terbilang cukup baru—usianya baru sekitar 2 tahun. Kendari begitu, produk Neats sudah cukup luas diterima dan dan dinikmati oleh pasar lokal terutama dari kawula muda. Hal ini boleh jadi lantaran desainnya yang sesuai dengan selera market. Sepatu Neats yang bermain di jenis sepatu karet mempunyai kesan desain yang simpel dengan dua seri utama: Polar dan Bjorn.

Polar memiliki potongan rendah dengan rugged protective toe cap sehingga memberi perlindungan lebih baik pada kaki. Bagian upper menggunakan kanvas tebal sehingga lebih tahan untuk digunakan sehari-hari. Bagian outsole-nya mengusung warna hijau tosca yang cukup menarik dengan tambahan beberapa detail. Adapun pilihan warna seri Polar adalah hitam, merah marun, dan biru dongker.

Sementara itu, Bjorn memiliki style berbeda dengan inspirasinya adalah budaya sepatu skateboard dan basket pada tahun 1960-an. Desain Bjorn adalah hi cut sehingga memberi perlindungan lebih terutama di bagian pergelangan kaki. Pada sisi material, Neats menggunakan premium suede dengan detail stitching di bagian upper yang membuat Bjorn kian menggoda untuk dimiliki. 

4. Poison Street


Sepatu lokal nusantara ini memiliki aura rebel yang sangat kuat. Poison Street secara spesifik menargetkan kawula muda sebagai pasarnya dengan berlandaskan kreativitas dan kebebasan yang juga terlihat di setiap produknya. 

Poison Street mengeluarkan beberapa produk footwear mulai dari sneakers platform bertali hingga slip on shoes. Kesan hipster klasik dan army pun menguar dari produk-produk tersebut. Hal lain yang tak kalah menarik dari footwear Poison Street adalah quotes yang cukup ikonik dan rebellious seperti ‘cut the bullishit’ dan ‘survive or resitance’ di bagian outer sole. 

Brand ini sebenarnya tidak hanya berfokus pada footwear. Poison Street juga memiliki beberapa produk fashion lain seperti outwear, sweater, shirt, t-shirt, celana panjang, dan celana pendek. Adapun koleksi Poison Street dapat dinikmati oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan yang ingin tampil kasual dan nyaman khas anak muda dengan sedikit sentuhan rebel.

5. Rafheoo


Kemunculan Rafheoo kali pertama adalah pada tahun 2011 dengan produknya berupa tas. Usaha tersebut kemudian berkembang hingga menjadi pabrik kain dan barulah pada tahun 2019 Rafheoo mulai merambah ke pasar footwear. Adapun inspirasi produsen yang memiliki studio di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan tersebut adalah merek-merek unik seperti Visvim dari Jepang. 

Produk sepatu Rafheoo menggunakan material-material unik yang jarang ditemui di produk sepatu lainnya. Sebut saja beberapa bahan seperti broken twill, waffle, courdory, dan kendogi. Di samping itu, keunikan lain dari Rafheoo adalah midsole-nya yang memiliki desain tambalan. Pengerjaan midsole tersebut bahkan benar-benar menggunakan potongan-potongan midsole yang kemudian ditempel satu per satu sehingga tak heran jika proses produksinya menjadi dua setengah kali lebih lama dibandingkan sneakers umumnya.

Rafheoo menawarkan beberapa model sepatu: low top, high top, dan slip on. Selain itu, ada pula jenis footwear lainnya berupa sandal. Adapun pemilihan warna produk Rafheoo tidak terlalu berwarna-warni—simpel tetapi tetap atraktif.

Itulah beberapa merek sepatu lokal berkualitas buatan anak negeri. Harga yang ditawarkan oleh masing-masing brand tidaklah sama. INDIVERSE mematok harga sekitar 1,5 jutaan untuk setiap pasang sepatu, sementara empat brand lainnya rerata masih berkisar di angka sekitar 200 sampai 500 ribu rupiah. Tentunya, masing-masing pabrikan pun menawarkan keunggulan dan nilai yang berbeda sesuai nominal tersebut.

Selain lima brand sepatu lokal di atas, tentu masih ada banyak lainnya yang tak kalah saing dengan produk global sekalipun. Beberapa di antaranya bahkan juga sudah menembus pasar ekspor. Dengan kualitas yang sudah teruji kompetitif seperti ini, apa lagi alasan untuk tidak mendukung produk dalam negeri? 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here