Janji Jiwa, salah satu jenama kopi susu kekinian yang digemari pencinta kopi di Indonesia. Billy Kurniawan, CEO dan pemilik Kopi Janji Jiwa, punya kisahnya tersendiri saat memulai bisnis ini. Ketika pertama kali dirilis pada pertengahan tahun 2018, jumlah kopi yang terjual dalam sebulan tidak terlalu banyak. Namun, berkat usaha keras dan ketekunan, Janji Jiwa berhasil berkembang pesat.

Billy menyatakan bahwa kesuksesannya tak lepas dari strategi jitu. Mulai dari brand story hingga rasa yang disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia. Perusahaan Billy yang berubah nama menjadi Jiwa Group kini sudah melakukan banyak inovasi dan memenangkan pangsa pasar di dalam negeri.

Penasaran dengan resep bisnis ala Janji Jiwa? Yuk, simak beberapa tipsnya di bawah ini!

 

4 Resep Bisnis Ala Kopi Janji Jiwa

 

1. Fokus dengan Kualitas Produk

Billy menyatakan bahwa perusahaannya berkomitmen memberikan hasil terbaik untuk para pencinta kopi di seluruh Indonesia melalui segelas kopi. Saat diluncurkan pertama kali di 2018, produk yang berhasil terjual hanya sekitar 600 gelas per bulan atau 10―20 gelas per hari. Namun, setelah perjuangan selama 1,5 tahun, Janji Jiwa mampu mencapai 5 juta gelas bulan dengan total 700 gerai.

Semua itu tidak terlepas dari rasa dan kualitas yang disuguhkan oleh brand ini. Billy selalu berkomitmen untuk menghasilkan kopi lokal terbaik bagi para penggemar kopi di seluruh Indonesia. Billy mengaku memakai biji kopi Sumatra, baik Robusta maupun Arabica. Produk pun berasal langsung dari petani dan semuanya diproses sendiri oleh pihak Billy.

Gerai Janji Jiwa menyediakan berbagai varian rasa minuman yang unik. Mulai dari Es Kopi Susu dengan gula aren, Es Kopi Pokat dengan alpukat dan es krim cokelat, Es Kopi Hitam, Es Coco Presso dengan air kelapa, hingga Es Kopi Soklat dengan cokelat. Selain itu, adapun varian selain kopi, misalnya Es Susu Hojicha dengan teh roasted khas Jepang, Es Susu Matcha, Es Yoghurt Yuzu, dan Es Madu Yuzu.

 

2. Grab and Go

Konsep “Grab and Go” menjadi pelopor ide strategi dari bisnis Janji Jiwa. “Grab and Go” menyesuaikan kebiasaan masyarakat yang memesan sesuatu dan setelahnya langsung melanjutkan ke aktivitas lain. Jadi, konsep ini ditujukan untuk orang-orang yang memilih menu makanan dan minuman cepat saji. Pelanggan tak perlu lagi berlama-lama di lokasi saat memesan menu.

Janji Jiwa menyediakan berbagai varian kopi yang mendukung konsep “Grab and Go”. Konsep ini juga makin populer dengan adanya jasa pemesanan online. Oleh sebab itu, ketersediaan meja dan kursi yang banyak dianggap tak terlalu dibutuhkan. Target pemasarannya juga mengarah ke pekerja kantoran yang cenderung fast-paced.

 

3. Harga yang Bersaing

Brand ini memang tidak gencar dalam mempromosikan produk karena memakai sistem waralaba. Tantangannya memang kalah modal, tetapi produk menang di pasaran. Lebih baik tidak mengambil keuntungan terlalu besar. Cukup ciptakan produk simpel dan berkualitas yang sebanding dengan harganya.

 

4. Branding Story Janji Jiwa

Janji Jiwa punya cerita tersendiri soal brand-nya. Nama gerai Janji Jiwa berawal dari Billy Kurniawan yang punya passion di bidang kopi. Keluarnya merek ini adalah bentuk janji dari hati yang terdalam melalui kopi sebagai passion-nya. Billy ingin menciptakan jenama kopi yang lezat dengan cita rasa klasik.

Sang pemilik menjelaskan melalui tagar #kopidarihati bahwa setiap satu gelas kopi berasal dari hati dan tak semata-mata menjual produk saja. Billy juga melimpahkan keahlian dan kecintaannya dalam segelas kopi. Dia percaya kalau segala sesuatu yang dimulai dari hati pasti akan kembali pada hati.

 

Kesuksesan suatu bisnis memang tidak terlepas dari strategi yang jitu. Kopi Janji Jiwa membuktikan bahwa menjalankan usaha tidak sekadar coba-coba, tetapi melibatkan komitmen, passion, dan keahlian dalam segelas kopi. Konsep bisnis pun tidak harus rumit karena ide yang sederhana dan menarik sudah bisa membawa kesuksesan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here