Menikmati aroma kopi yang khas dan rasa kafeina yang kuat merupakan bagian dari kenikmatan saat minum kopi, terutama bagi pencinta kopi. Apa lagi saat diminum, kopi tersebut memiliki cita rasa yang unik dan berbeda-beda. Berikut ini empat jenis kopi yang paling komersial dan populer di kalangan pencinta kopi dan dunia jual beli biji kopi. Apa saja kopi tersebut? Yuk, cari tahu.  

Baja Juga: 11 Poin Penting Memulai Bisnis Kopi Dengan Modal Kecil

 

1. Kopi Arabika

Salah satu jenis kopi yang pecinta kopi wajib ketahui adalah kopi arabika. Kopi yang berasal dari negara Brasil ini merupakan kopi yang paling banyak diminati oleh para pencinta kopi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. 

Kopi arabika cukup tenar dan menguasai sebagian besar pasar jual beli biji kopi dunia. Karena hal itu, kopi ini memiliki harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan kopi-kopi lainnya. Kopi arabika juga memiliki kelemahan; rentan terkena penyakit karat daun (HV Hemileia vastatrix) sehingga perlu kehati-hatian dalam menanam dan memeliharanya. 

Kopi arabika memiliki berbagai ciri, di antaranya:

    • Memiliki aroma yang sedap dan kuat; mirip dengan aroma campuran buah dan bunga
    • Tumbuh di daerah yang dingin dan sejuk; di ketinggian mulai dari 700 sampai 1700 mdpl dengan suhu sekitar 16-20 derajat Celsius
    • Memiliki ukuran biji yang kecil dengan warna hijau tua atau berwarna merah gelap
    • Memiliki campuran rasa yang kental, halus, dan pahit ketika diminum

 

2. Kopi Robusta

Kopi robusta merupakan kopi yang paling populer kedua setelah kopi arabika. Kopi ini berasal dari negara Kongo. Dibandingkan dengan kopi arabika, harga kopi robusta cukup terjangkau. 

Karena harganya juga, di Indonesia kopi ini dikenal sebagai “kopi murah” dengan cita rasa yang lebih pahit dan kuat. Kopi robusta memegang sekitar 30% pasar jual beli biji kopi dunia. Adapun  ciri-ciri kopi robusta antara lain:

    • Tumbuh di ketinggian 400 hingga 700 mdpl dengan suhu dari 21 sampai 24 derajat Celsius
    • Memerlukan waktu sekitar 10 sampai 11 bulan untuk proses pembuahan dari bunga hingga berbuah
    • Tahan terhadap serangan penyakit karat daun (HV Hemileia vastatrix
    • Memiliki rasa yang pekat, pahit, dan kaya, mirip seperti cokelat
    • Memiliki bau yang khas dan manis
    • Memiliki tekstur yang lebih kasar dibandingkan dengan kopi arabika
    • Memiliki berbagai variasi warna tergantung cara pengolahan

Baca Juga: Bagaimana Cara Membuat kopi Hitam Nikmak Untuk Bisnis

 

3. Kopi Liberika

Salah satu jenis kopi lainnya yang cukup terkenal di antara pencinta kopi adalah kopi liberika. Kopi ini pernah didatangkan ke Indonesia dalam bentuk kopi liberika varietas Durvei dan Ardoniana. Kopi jenis ini memiliki berbagai ciri, antara lain:

    • Tumbuh dengan baik di dataran rendah dengan tinggi mencapai 9 m dari tanah 
    • Memiliki pohon, daun, bunga, cabang, dan buah yang berukuran lebih besar dari kopi arabika dan robusta
    • Memiliki kualitas buah yang relatif rendah dibandingkan kopi arabika dan robusta
    • Berbuah sepanjang tahun
    • Cukup rentan terhadap serangan penyakit karat daun (HV Hemileia vastatrix

 

4. Kopi Ekselsa

Jenis kopi yang perlu diketahui pecinta kopi adalah kopi ekselsa. Kopi ini berasal dari Afrika Barat dan pertama kali ditemukan di sekitar Danau Chad. Kopi Ekselsa ini memiliki daya tahan yang kuat terutama terhadap penyakit karat daun. Alasan inilah yang menjadikan para petani di Indonesia terutama di kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi menanam dan membudidayakan kopi ini. 

Kopi ekselsa memiliki berbagai ciri, di antaranya:

    • Tumbuh di daerah dataran rendah dan basah serta di area lahan gambut
    • Mudah dibudidayakan
    • Tahan terhadap serangan penyakit karat daun (HV Hemileia vastatrix
    • Memiliki harga yang lebih murah 
    • Memiliki kualitas yang lebih rendah di bawah kopi arabika dan robusta

 

Inilah keempat jenis kopi yang wajib diketahui oleh pecinta kopi. Untuk informasi tambahan, apa pun jenis biji kopi, cita rasa kopi akan berbeda karena terpengaruh dengan cara pemetikan, proses penyortiran, dan pengemasan. Daun, ranting, tanah, dan benda-benda lain yang terbawa saat proses pemetikan dan penjemuran pun bisa memengaruhi rasa kopi. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here